Driver Ojol Dikeroyok Tiga Orang di Jalan Otista-Sudirman Bandung, Jari Kelingking Patah

Aksi pengeroyokan kepada pengemudi ojol di bandung. Dok. Istimewa
Aksi pengeroyokan kepada pengemudi ojol di bandung. Dok. Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aparat kepolisian melalui Polsek Astanaanyar mengungkap kondisi pengemudi ojek online (ojol), Kuswara Iskandar, yang menjadi korban pengeroyokan di Jalan Otista-Sudirman, Kota Bandung. Korban mengalami sejumlah luka serius akibat dikeroyok tiga orang.

Kapolsek Astanaanyar Kompol Ferizal mengatakan, Kuswara yang merupakan warga Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami sejumlah luka dalam insiden tersebut.

“Korban dalam kondisi sadar. Hasil rontgen menunjukkan jari kelingkingnya patah,” kata Ferizal, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga:Modus SPJ Fiktif Honor Kegiatan, Mantan Kepala Bakesbangpol Sumedang Kini Jadi Tersangka Mahasiswa POLSUB Ciptakan Kopi Robusta Rendah Kafein dari Limbah Kulit dan Bonggol Nanas

Selain mengalami patah pada jari kelingking, korban juga mengalami sejumlah luka lainnya. Di antaranya memar pada bagian pelipis kiri, mengeluarkan darah dari lubang hidung kanan, gigi taring kanan atas patah, serta gigi seri atas dan bawah goyang.

Korban juga mengalami luka lecet pada kedua kaki, memar pada bagian punggung, serta luka pada sendi bahu kiri dan kanan.

“Hari ini korban berobat ke RS Santosa untuk menjalani operasi,” ungkapnya.

Sebelumnya, aksi pengeroyokan terhadap korban tersebut sempat viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Saat kejadian, korban tengah mengantarkan penumpang dan melintas di perempatan Jalan Otista-Sudirman, Kota Bandung.

Ferizal menjelaskan, kejadian bermula ketika korban melaju ke arah Jalan Sudirman dari Jalan Otista setelah lampu lalu lintas berwarna hijau. Namun, tiba-tiba sebuah sepeda motor menerobos lampu merah dan hampir bersenggolan dengan kendaraan korban.

“Setelah lampu hijau, korban melaju ke arah Jalan Sudirman dari arah Otista. Kemudian ada sebuah motor menerobos lampu merah dan hampir bersenggolan. Setelah itu korban berkata, ‘Heuhh’,” ujarnya.

Baca Juga:Jenguk Wartawan yang Terbaring Sakit, Kapolres Tasikmalaya Bawa Pesan KepedulianCegah Polisi Main Judol, Propam Polres Tasikmalaya Mendadak Periksa HP Seluruh Personel

Ucapan tersebut kemudian memicu perselisihan antara korban dan pengendara motor yang menerobos lampu merah.

“Pelaku mengatakan, ‘Kasisi siah an***g’, kemudian melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan tongkat besi,” ungkap Ferizal.

Keributan antara korban dan tiga pelaku tersebut kemudian dilerai oleh warga sekitar serta sejumlah pengemudi ojek online lainnya.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi selanjutnya mengamankan para pelaku dan membawanya ke Mapolsek Astanaanyar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.(San)

0 Komentar