JABAR EKSPRES – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cimahi memasuki tahap akhir. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses pendataan yang dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus 2026.
Salah satu persoalan yang muncul adalah sulitnya petugas mengakses sejumlah perusahaan besar dan lembaga keuangan di Cimahi. Tidak semua perusahaan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan secara lengkap.
Statistisi Ahli Madya BPS Kota Cimahi, Dewi Mulyahati, mengatakan koordinasi dengan perusahaan besar yang kantor pusatnya berada di Jakarta cenderung lebih mudah. Sebab, perusahaan tersebut dapat difasilitasi melalui BPS pusat.
Baca Juga:No Tipu-Tipu Club! JetZrek-in Aja Bareng Hearts2Hearts Buat Tunjukin Jati Diri Lo SesungguhnyaRSUD Ciamis Gratiskan Biaya Perawatan Balita Gizi Buruk, Hasil Pemeriksaan Holistik Masih Ditunggu
Berbeda dengan perusahaan besar yang berdiri secara mandiri di daerah. Menurut Dewi, perusahaan semacam ini justru menjadi tantangan bagi petugas Sensus Ekonomi 2026 di Cimahi.
“Yang susah itu kalau perusahaan-perusahaan besar yang kantor pusatnya tidak ada di mana-mana atau tunggal,” ujar Dewi, Sabtu (29/8/26).
Persoalan lain muncul ketika sebagian perusahaan menolak kedatangan petugas pendataan ekonomi BPS. Penolakan tersebut salah satunya terjadi karena pelaku usaha belum memahami tujuan dan manfaat sensus.
Padahal, kata Dewi, data yang dihimpun dalam Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya digunakan untuk kepentingan BPS. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dan pembangunan.
“Pendataan ini kepentingannya buat kebijakan pemerintah, buat kita semua, dan feedback-nya secara tidak langsung buat perusahaan itu sendiri,” kata Dewi.
Tantangan serupa juga dihadapi petugas saat melakukan pendataan lembaga keuangan di Cimahi. Sejumlah informasi penting, mulai dari pendapatan, pengeluaran hingga aset, belum seluruhnya berhasil diperoleh secara lengkap.
“Lembaga-lembaga keuangan, yang gadai-gadai dan bank, itu susah sekali kami masuknya dan kalau bisa dapat datanya juga tidak lengkap,” jelasnya.
Baca Juga:Polres Tasikmalaya Ungkap Kasus Curanmor, 3 Tersangka DiamankanUdang Windu Jadi Andalan Ekspor Perikanan, Tembus Pasar Global
Untuk memperlancar Sensus Ekonomi 2026, BPS Kota Cimahi telah membangun koordinasi dengan sejumlah pihak. Dukungan diminta dari Pemerintah Kota Cimahi, kepolisian, TNI hingga Pusdikpom agar petugas dapat mengakses sasaran pendataan yang masih terkendala.
BPS Kota Cimahi kini berpacu dengan waktu untuk melengkapi data yang belum berhasil dihimpun. Sebab, jika banyak perusahaan besar tidak masuk dalam pendataan, gambaran mengenai struktur ekonomi Kota Cimahi dikhawatirkan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
