JABAREKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus melakukan perbaikan infrastruktur jembatan di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot. Salah satunya Jembatan Sukabirus yang berada di Desa Citeureup.
Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi mengatakan, perbaikan Jembatan Sukabirus dilakukan setelah Pemkab Bandung merampungkan perbaikan Jembatan Lamajang yang juga berada di Desa Citeureup.
Menurut Asep, progres perbaikan Jembatan Sukabirus saat ini secara kasar telah mencapai lebih dari 40 persen. Namun, progres tersebut diperkirakan bisa lebih tinggi karena sejumlah bagian pembangunan tinggal memasuki tahap pemasangan.
Baca Juga:Fathir Hadiyyan Faturrohman, Siswa SDN 5 Manonjaya Raih Juara 3 Senam Artistik O2SN Tingkat NasionalPolres Tasikmalaya dan Pokja Jurnalis Perkuat Kemitraan, Bersama Jaga Kamtibmas
“Progres pantauan kasar di lapangan memang sudah di atas 40 persen. Tapi itu bisa jadi lebih, karena pembangunan ada bagian-bagian yang tinggal pasang,” kata Asep, Minggu (23/8/2026).
Ia menyebut perbaikan Jembatan Sukabirus telah dimulai sejak pertengahan Juni 2026. Pemkab Bandung menargetkan pengerjaan tersebut dapat segera diselesaikan.
Asep menjelaskan, salah satu bagian utama yang diperbaiki adalah dengan meninggikan posisi jembatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran air sungai sekaligus mengantisipasi sampah yang terbawa arus dan berpotensi menyumbat aliran di bawah jembatan.
“Ini ditinggikan jembatannya. Teknisnya harus ke PUTR. Intinya ditinggikan agar arus air itu lancar,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan sampah yang terbawa arus sungai menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi. Terlebih, sampah yang menumpuk di sekitar jembatan dapat menghambat aliran air dan berpotensi menyebabkan luapan.
“Seperti yang kita ketahui masyarakat masih kurang peka terkait pembuangan sampah. Banyak sampah yang terbawa oleh arus sungai. Dengan ditinggikan ini, sampah tidak mampet di jembatan dan air tidak meluap,” katanya.
Baca Juga:Politeknik Al Islam Bandung Gelar Webinar Nasional: Solusi Atasi 'Brainrot' Siswa dan 'Burnout' Guru BKDosen POLSUB Bawa PROTEKSI ke Pesantren, Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Santri Berbasis Website
Asep juga menyinggung kondisi jembatan sementara yang digunakan pejalan kaki di sekitar Jembatan Sukabirus. Saat hujan deras pada Rabu (19/8), jembatan sementara berbahan bambu tersebut nyaris roboh setelah dihantam material yang terbawa arus sungai.
“Kemarin saja (Rabu) hujan lebat, jembatan sementara dari bambu untuk pejalan kaki hampir roboh, soalnya dihantam kayu, sampah, bambu yang terbawa arus. Jadi memang meninggikan jembatan ini sudah jadi keharusan,” tutur Asep.
Ia memastikan jembatan sementara tersebut telah kembali diperbaiki. Perbaikan dilakukan bersama tim pentahelix.
