Bio Farma Group Satukan Sumber Daya Kesehatan Terpadu Dukung Penanganan Bencana di NTT

Bio Farma
Petugas Bio Farma Group bersama perwakilan pemerintah dan relawan memeriksa bantuan vaksin Td, obat-obatan, hygiene kit, serta kebutuhan dasar sebelum disalurkan ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (20/8/2026).
0 Komentar

BANDUNG – PT Bio Farma (Persero) selaku induk Bio Farma Group, bersama Kimia Farma Group dan Indofarma, bergerak sebagai satu kesatuan merespons gempa bumi yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, ketiga entitas itu mengerahkan kapabilitas kesehatan secara terpadu guna mendukung penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak, sejalan dengan tujuan Danantara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Respons tanggap darurat ditempatkan dengan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bantuan yang disalurkan meliputi vaksin, obat-obatan, vitamin, alat kesehatan, perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta kebutuhan dasar bagi masyarakat di lokasi terdampak dan pengungsian. Salah satu bentuk dukungan konkret adalah penyaluran 3.000 dosis Vaksin Tetanus Difteri (Vaksin Td) untuk melindungi relawan dan warga sesuai ketentuan pelayanan kesehatan.

Selain vaksin, Bio Farma Group juga mengirim hygiene kit, selimut, makanan dan minuman, susu, serta kebutuhan bayi dan balita termasuk popok. Bantuan tersebut ditujukan memenuhi kebutuhan kesehatan sekaligus kebutuhan dasar relawan dan masyarakat selama masa tanggap darurat. Penyerahan dilakukan bertahap sejak 17 Agustus 2026 dan hingga kini masih terus berlangsung menyesuaikan perkembangan di lapangan.

Baca Juga:Gramedia Bawa Novel Sejarah Misteri ke BandungDosen SITH dan FTI ITB Kembangkan Teknologi Olah Sampah Organik Adaptif bagi Warga

Penyaluran bantuan dikordinasikan erat dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, TNI Angkatan Udara, Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi NTT, serta jaringan Bio Farma Group di daerah. Koordinasi ini memastikan bantuan sesuai kebutuhan teridentifikasi di lapangan dan menjangkau masyarakat secara efektif.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Shadiq Akasya, menegaskan bahwa respons Bio Farma Group tidak sekadar penyaluran bantuan. “Dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat menjadi fokus respons kami. Bio Farma Group bergerak sebagai satu kesatuan dengan mengintegrasikan kapabilitas Bio Farma, Kimia Farma Group, dan Indofarma serta berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Kami memastikan sumber daya kesehatan yang kami miliki dimanfaatkan secara tepat, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.

0 Komentar