Menurut Shadiq, kekuatan Bio Farma Group terletak pada kapabilitas antarentitas yang saling melengkapi. Mulai dari produk biologi dan vaksin, produk farmasi dan layanan kesehatan, hingga distribusi serta sumber daya pendukung lainnya. “Dalam konteks kebencanaan, kapabilitas tersebut kami gerakkan secara terkoordinasi. Bukan sebagai respons yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kekuatan Bio Farma Group untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung penanganan dan pemulihan yang lebih terpadu,” tambahnya.
Sinergi ini memperlihatkan bagaimana kapabilitas perusahaan dapat diterjemahkan menjadi manfaat konkret. Bagi Bio Farma Group, kinerja tidak hanya diukur dari capaian bisnis dan operasional, melainkan juga dari kemampuan mengoptimalkan kompetensi inti serta sumber daya yang dimiliki untuk menghadirkan nilai sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.
Langkah penanggulangan bencana tersebut mencerminkan komitmen Bio Farma Group bergerak dari kinerja menuju dampak. Komitmen itu mencakup perluasan manfaat kesehatan bagi masyarakat, penguatan ketahanan kesehatan nasional, serta penciptaan nilai jangka panjang melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Baca Juga:Gramedia Bawa Novel Sejarah Misteri ke BandungDosen SITH dan FTI ITB Kembangkan Teknologi Olah Sampah Organik Adaptif bagi Warga
Melalui sinergi Bio Farma, Kimia Farma Group, Indofarma, dan seluruh entitas terkait, Bio Farma Group berkomitmen terus bergerak bersama pemerintah serta pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Komitmen tersebut sekaligus menegaskan peran Bio Farma Group sebagai bagian dari ekosistem Danantara yang memastikan kapabilitas perusahaan hadir dan memberikan dampak nyata ketika masyarakat membutuhkannya.
Dengan pendekatan terintegrasi ini, Bio Farma Group menunjukkan bahwa kolaborasi antarentitas di bawah satu payung dapat mempercepat respons dan meningkatkan efektivitas bantuan kesehatan di tengah situasi darurat. Ke depan, sinergi serupa diharapkan terus diperkuat agar kesiapan menghadapi bencana di berbagai wilayah Indonesia semakin solid dan terukur. (bbs)
