Namun, keterbatasan kapasitas tempat membuat pendidikan politik tidak dapat diikuti seluruh kader secara bersamaan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap.
“Kita bertahap, mengingat ruangan juga tidak cukup. Kalau dihitung secara data yang saya dapatkan itu ada 15 kelurahan sebanyak 312 RW, karena anak ranting itu kan tingkatannya RW. Nah itu, tentu ruangan tidak cukup jadi kita bertahap. Hari ini 100, lebih kurang 100 anak ranting yang hadir, didampingi pengurus rantingnya,” terang ABS.
Peserta pendidikan politik kali ini berasal dari tiga kecamatan di Kota Cimahi. Kader lainnya akan mengikuti pembekalan pada kesempatan berbeda.
Baca Juga:Semarak Kemerdekaan 2026, Pangdam III/Siliwangi Dorong Penguatan Kemanunggalan TNI dan RakyatBongkar Kasus Penipuan Online, 12 Orang Tersangka Berhasil Diciduk Polda Jabar
“Mungkin ada yang sekarang “Wah, saya enggak bisa, lagi ke mana.” Nah, itu yang kita akhirnya yang kita dapat hadirkan di sini sekitar 100 anak ranting yang hadir di sini,” cetusnya.
Pendidikan kader kali ini tidak berhenti pada materi politik. DPD Partai Demokrat Jawa Barat turut memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar hukum, khususnya berkaitan dengan advokasi dan pendampingan ketika masyarakat menghadapi persoalan hukum.
ABS menjelaskan kader diperkenalkan dengan peran paralegal yang dapat membantu masyarakat dalam proses pendampingan hukum. Namun, peran tersebut memiliki batas dan tidak menggantikan kedudukan advokat.
“Lebih kepada advokasi, pendampingan nantinya. Jadi, seorang kader bisa menjadi pendamping kasus hukum, tapi bukan sebagai advokat. Nanti begitu nanti sudah ditampung, datanya ada, tetap harus berhubungan dengan advokat yang resmi dari partai,” terangnya.
Ia menjelaskan, paralegal merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar mengenai hukum, tetapi bukan advokat atau pengacara.
Menurut ABS, materi tersebut penting agar kader memahami batas kewenangan ketika berhadapan dengan persoalan hukum di masyarakat. Dengan demikian, pendampingan yang dilakukan tidak keluar dari koridor peran yang dimiliki kader.
Selain materi politik dan hukum, kader baru juga mendapatkan pengenalan mengenai sejarah Partai Demokrat. Materi itu diberikan untuk memperkuat pemahaman kader terhadap identitas dan perjalanan organisasi yang mereka ikuti.
Baca Juga:Hadirkan Rasa Tenang, Sumarjo Fokus Jalani Pengobatan Stroke Berkat JKNMoxy Bandung Hadirkan Promo Stay Longer Feel Better, Liburan Makin Nyaman dengan Benefit Eksklusif
“Paralegal namanya, kalau beliau mengingatkan kembali mengenai peran dan fungsi kader. Jadi harus bagaimana pemahamannya. Tadi karena baru-baru semua, sempat ada pertanyaan sejarah Partai Demokrat. Saya menerangkan karena saya pelaku dari awal, saya sudah terlibat di Partai Demokrat, jadi saya memberikan sedikit sejarah supaya mereka lebih kenal,” ujar dia.
