Pada O2SN, siswa juga meraih Juara 1 Renang dan Karate tingkat kecamatan untuk kemudian mewakili ke tingkat Kota Bandung.
Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa sekolah memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing.
Pendidikan Qur’ani Diperkuat Kolaborasi dengan Orang Tua
Program pendidikan Al-Fatwa tidak berhenti di lingkungan sekolah.
Orang tua dilibatkan dalam proses pendidikan, khususnya dalam pembiasaan keagamaan dan penguatan karakter.
Baca Juga:TKIT Al-Fatwa Kembangkan Potensi Anak Lewat Pendidikan Qur’aniTim Mahasiswa PKM-PM Universitas Bhakti Kencana Hadirkan Inovasi Board Game SociaGo di SLB C Karya Bhakti
Salah seorang orang tua, Siti Luhandaya, mengatakan dirinya telah mempercayakan pendidikan kelima anaknya kepada Al-Fatwa.
Dua anaknya telah melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, sementara tiga lainnya masih berada di lingkungan pendidikan Al-Fatwa.
“Saya menyekolahkan lima anak saya di sini. Bukan hanya karena program sekolahnya, tetapi karena saya melihat sendiri hasil dan prosesnya pada anak-anak. Terasa bagaimana perkembangan mereka ketika di sekolah dan ketika kembali ke rumah.” ungkap Siti Luhandaya.
Menurutnya, keberadaan sekolah sebagai mitra orang tua menjadi salah satu alasan dirinya tetap mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada Al-Fatwa.
“Saya merasa sekolah ini menjadi partner buat saya sebagai orang tua. Yang dilakukan di sekolah dilanjutkan di rumah. Untuk hafalan Al-Qur’an juga tetap dimurojaah di rumah dan ada program yang melibatkan orang tua.” sambungnya.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting karena sekolah menyadari perkembangan anak tidak dapat hanya mengandalkan proses pembelajaran di dalam kelas.
Apa yang dibiasakan di sekolah perlu mendapatkan penguatan di rumah, begitu pula sebaliknya.
Pendidikan Holistik untuk Generasi Masa Depan
Baca Juga:BPNT Tahap 3 2026 Mulai Disalurkan, Ini Cara Cek Penerima Lewat NIK KTPCara Cek Desil dengan NIK KTP, Lihat Status Kesejahteraan Keluarga Disini
Berbagai program yang dijalankan SD Plus Al-Fatwa pada akhirnya diarahkan pada konsep pendidikan holistik yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Tahfidz dan Tahsin menjadi penguatan aspek spiritual. JSIT Integrated menjadi bagian dari pengembangan kurikulum.
Bilingual Environment memperluas kemampuan komunikasi siswa, sementara Character Building menjadi fondasi pembentukan kepribadian.
Seluruhnya diperkuat melalui nilai iman dan takwa, akhlak mulia, ilmu dan prestasi, kreativitas, kolaborasi, serta kepedulian.
Bambang juga menegaskan, bahwa sekolah ingin memastikan pendidikan yang diterima siswa tidak berhenti pada pencapaian nilai akademik.
