Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa tidak hanya memahami nilai-nilai karakter secara teori, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Gerakan BATIK Dorong Kepedulian Lingkungan
Kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian lain dari pendidikan karakter di SD Plus Al-Fatwa.
Salah satunya melalui Gerakan BATIK, yakni pembiasaan membawa tempat makan dan minum sendiri dari rumah.
Baca Juga:TKIT Al-Fatwa Kembangkan Potensi Anak Lewat Pendidikan Qur’aniTim Mahasiswa PKM-PM Universitas Bhakti Kencana Hadirkan Inovasi Board Game SociaGo di SLB C Karya Bhakti
Program tersebut bertujuan mengurangi penggunaan sampah sekali pakai sekaligus melatih siswa agar terbiasa menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya.
Perwakilan orang tua siswa, Umi Mumtaz, menilai pembiasaan tersebut turut memberikan dampak terhadap karakter anak.
“Perubahan karakter anak sangat terasa di rumah. Pembiasaan seperti Gerakan BATIK, membawa tempat makan dan minum sendiri, dan pembatasan uang jajan melatih anak-anak kami untuk lebih disiplin, peduli lingkungan, dan belajar hidup hemat.” ujarnya.
Sekolah juga menerapkan pembatasan uang jajan sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup hemat dan mengajarkan anak mengelola kebutuhan sederhana sejak dini.
GELIAT Hadir di Tengah Tantangan Gadget
Tantangan penggunaan gawai menjadi salah satu perhatian sekolah dalam mengembangkan budaya literasi.
Untuk menjawab persoalan tersebut, SD Plus Al-Fatwa mengembangkan GELIAT atau Gerakan Literasi Al-Fatwa.
Program ini memberikan ruang bagi siswa untuk membaca bersama secara berkala. Setelah membaca, siswa diberi kesempatan untuk menceritakan kembali isi buku yang dibacanya.
Baca Juga:BPNT Tahap 3 2026 Mulai Disalurkan, Ini Cara Cek Penerima Lewat NIK KTPCara Cek Desil dengan NIK KTP, Lihat Status Kesejahteraan Keluarga Disini
Penanggung Jawab Literasi, Numerasi, dan Prestasi SD Plus Al-Fatwa, Fitri Siti Kamariah, mengatakan GELIAT dirancang untuk menumbuhkan kembali kecintaan siswa terhadap buku.
“Untuk menjawab tantangan ketergantungan gadget, kami meluncurkan program Geliat (Gerakan Literasi Al-Fatwa). Dua pekan sekali anak-anak membaca bersama di lapangan dan menceritakan kembali atau retelling apa yang mereka baca. Kami juga mendorong literasi visual melalui ekskul komik dan pemanfaatan media digital.” ungkap Fitri Siti Kamariah.
Menurut Fitri, kegiatan membaca tidak berhenti pada aktivitas membuka buku.
Siswa juga dilatih memahami informasi, mengingat isi bacaan, kemudian mengomunikasikannya kembali.
Selain GELIAT, sekolah juga mengembangkan kegiatan literasi melalui majalah dinding, komik, serta media digital.
