JABAR EKSPRES – SD Plus Al-Fatwa terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Al-Qur’an, pembentukan karakter, serta pengembangan bakat dan prestasi siswa.
Berada di bawah naungan Yayasan Da’wah Islam Al-Fatwa Bandung (YADISAB), SD Plus Al-Fatwa berlokasi di Jalan PLN Cigereleng M. Toha No. 21, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol, Kota Bandung.
Sekolah ini menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang mengembangkan pembelajaran modern dengan tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama.
Baca Juga:TKIT Al-Fatwa Kembangkan Potensi Anak Lewat Pendidikan Qur’aniTim Mahasiswa PKM-PM Universitas Bhakti Kencana Hadirkan Inovasi Board Game SociaGo di SLB C Karya Bhakti
Sejak berdiri pada 2002, SD Plus Al-Fatwa terus berkembang dan mendapat kepercayaan dari masyarakat sekitar maupun dari luar wilayah.
Hal tersebut tidak terlepas dari komitmen sekolah dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga keagamaan, karakter, kreativitas, dan kemandirian.
Sekolah mengusung visi “Membentuk kepribadian unggul, tangguh, prestatif dan berkarakter sehingga tercipta intelektual yang berkualitas, berakhlakul karimah dan berwawasan lingkungan.”
Visi tersebut kemudian diterjemahkan melalui penyelenggaraan pendidikan Islami berbasis kurikulum terpadu, program-program khusus, serta inovasi pembelajaran yang berwawasan lingkungan hidup.
Integrasikan Pendidikan Islam dan Pembelajaran Modern
Kepala Sekolah SD Plus Al-Fatwa, Bambang Narasoma, mengatakan pendidikan yang dikembangkan sekolah diarahkan untuk membentuk siswa secara utuh.
“Visi utama kami adalah membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, dan mandiri. Kami tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga penanaman karakter dan pembiasaan ibadah harian anak-anak sejak dini.” ujar Bambang Narasoma.
Dalam pelaksanaannya, SD Plus Al-Fatwa mengintegrasikan tiga pendekatan kurikulum, yakni kurikulum nasional, kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), serta muatan yayasan.
Baca Juga:BPNT Tahap 3 2026 Mulai Disalurkan, Ini Cara Cek Penerima Lewat NIK KTPCara Cek Desil dengan NIK KTP, Lihat Status Kesejahteraan Keluarga Disini
Integrasi tersebut menjadi salah satu dasar sekolah dalam menyusun pembelajaran dan berbagai program pengembangan peserta didik.
Wakakurikulum SD Plus Al-Fatwa, Salman Hapid, menjelaskan pendekatan tersebut juga diterapkan dalam pembiasaan ibadah siswa.
“Melalui integrasi tiga kurikulum, Nasional, JSIT, dan Muatan Yayasan, kami menyusun program seperti Bina Pribadi Islam (BPI) dan program Brik. Kami ingin memastikan anak-anak terbiasa beribadah dengan baik, mulai dari salat Duha, Asmaulhusna, hingga salat berjemaah.” tutur Salman Hapid.
