JABAR EKSPRES – Pemprov Jawa Barat bakal menggenjot layanan dasar pada masyarakat. Mulai dari perbaikan jalan hingga ruang kelas baru (RKB).
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa layanan dasar masyarakat perlu menjadi prioritas. Hal itu juga perlu dilakukan oleh para kepala daerah di tingkat kota kabupaten di Jawa Barat.
“Evaluasi anggaran dulu yang bersifat administratif, sekarang sudah berubah menjadi bersifatnya teknis. Karena bersifatnya teknis, maka gubernur memiliki kewenangan untuk menekankan kabupaten/kota untuk memenuhi kebutuhan dasar dulu, ” katanya, Rabu (19/8) malam.
Baca Juga:Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Gardu Listrik Pabrik Gula di SingaparnaKorban PHK di Cimahi Tak Dibiarkan Terpuruk, Pemkot Dorong Bangkit Lewat Usaha Laundry
Layanan dasar itu ada di berbagai sektor. Mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga soal kesehatan.
Pemprov Jabar pada 2026 ini juga mengebut program strategis terkait layanan dasar itu. Pada aspek infrastruktur misalnya, pembangunan jalan jadi program strategis.
Targetnya, menyediakan jalan “leucir” dan nyaman dilalui demi mewujudkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah. Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Agung Wahyudi menuturkan, per 9 Agustus 2026, sepanjang 43,589 kilometer jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jabar telah selesai pembangunan/perbaikannya. Itu dari rencana 149,801 kilometer pada 2026 ini.
Selain itu, telah dilakukan pelebaran 2,25 kilometer jalan dari rencana 15,631 kilometer dilengkapi dengan drainase dan marka jalan. Tahun ini dilaksanakan pula 47 paket perbaikan/penggantian jembatan, 4 bangunan pelengkap, serta pembangunan flyover dan underpass masing-masing 1 buah.
Sementara pada sektor kesehatan, Pemprov Jabar mengupayakan agar seluruh masyarakat memiliki jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan. Hingga 1 Agustus 2026, sebanyak 50.590.681 warga Jabar telah terlindungi BPJS Kesehatan. Jumlah tersebut mencakup 96,90 persen masyarakat Jawa Barat.
Berikutnya pada sektor pendidikan, Pemprov Jabar berencana mengembangkan satuan pendidikan pada 25 lokasi di 2026 ini. Lokasinya tersebar di berbagai kabupaten/ kota di Jawa Barat. Antara lain Pangandaran, Depok, Bogor, Bekasi, Cimahi, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Subang, Bandung, Cirebon dan Purwakarta. Jumlah tersebut terdiri dari pembangunan Unit Sekolah Baru di 22 lokasi dan Unit Gedung Baru di 3 lokasi.
Lalu Pemprov Jabar juga membangun ruang kelas baru. Total ruang kelas baru yang dibangun tahun ini sebanyak 203 ruang di 102 sekolah. Rianciannya, 114 ruang SMA, 67 ruang SMK, dan 22 ruang SLB. (son)
