“Selama lebih dari 75 tahun, Mustela memahami bahwa kulit bayi dan anak memiliki kebutuhan yang unik. Kami percaya bahwa merawat kulit atopik bukan hanya tentang meredakan gejala, tetapi juga tentang mendampingi keluarga melewati perjalanan ini dengan lebih nyaman,” ujar Indira Natalia, Brand Manager Mustela.
Merawat Skin Barrier, Bukan Hanya Saat Kulit Kambuh
Salah satu hal penting dalam memahami dermatitis atopik adalah kondisi skin barrier yang lebih rentan. Skin barrier berfungsi sebagai lapisan pelindung kulit untuk membantu mempertahankan kelembapan sekaligus melindungi kulit dari berbagai faktor eksternal.
Pada kulit atopik, fungsi perlindungan tersebut dapat terganggu sehingga kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan mengalami iritasi. Karena itu, perawatan kulit perlu dilakukan secara konsisten, termasuk ketika kondisi kulit sedang terlihat membaik.
Baca Juga:Jangkauan Program Makin Luas, Rumah Yatim Catat 453.558 Penerima Manfaat pada Semester I 2026Wakaf Tak Lagi Rumit, Platform Digital Permudah Masyarakat Beramal Jariyah
Menurut dr. Kartika Eda, Sp.A, dampak dermatitis atopik dapat meluas hingga memengaruhi kualitas tidur anak, mood, bonding dengan orang tua, maupun aktivitas keluarga.
“Perawatan dermatitis atopik perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat kondisi sedang kambuh. Skin barrier pada kulit atopik lebih rentan. Karena itu, penting memilih produk yang memang dirancang khusus untuk kulit atopik, dengan formulasi lembut dan dapat digunakan setiap hari untuk membantu menjaga kenyamanan kulit,” jelasnya.
Pendekatan tersebut membuat rutinitas perawatan kulit menjadi bagian penting dalam keseharian keluarga. Mulai dari memilih produk pembersih yang sesuai hingga menjaga kelembapan kulit secara rutin, setiap langkah dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kulit tetap nyaman.
Mengenal Peran Mikrobiom dalam Kulit Atopic
Selain skin barrier, mikrobiom kulit juga menjadi bagian yang semakin banyak diperhatikan dalam memahami kesehatan kulit.
Mikrobiom merupakan komunitas mikroorganisme yang secara alami hidup di permukaan kulit dan memiliki peran dalam menjaga keseimbangan lingkungan kulit.
Pada kulit atopik, keseimbangan mikrobiom dapat mengalami perubahan, salah satunya ditandai dengan dominasi bakteri tertentu seperti Staphylococcus aureus yang dapat berkaitan dengan kondisi peradangan.
Karena itu, menjaga keseimbangan mikrobiom menjadi salah satu bagian dari pendekatan perawatan kulit atopik. Pemahaman ini juga menjadi salah satu dasar edukasi yang dibawa Mustela melalui kampanye “Together for Atopic Skin”.
