Dusun Bambu hingga EIGER Nature, Gagasan Ekowisata yang Dekatkan Manusia dengan Alam

Dusun Bambu hingga EIGER Nature, Gagasan Ekowisata yang Dekatkan Manusia dengan Alam
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat dan Chairman EIGER Nature Ronny Lukito usai menanam pohon di Dusun Bambu, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat menilai pengelolaan Dusun Bambu di Kabupaten Bandung Barat menjadi contoh pemanfaatan kawasan yang mampu berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan.

Hal itu disampaikan Jumhur saat mengunjungi Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat.

Menurutnya, kawasan yang sebelumnya gersang dan berpotensi mengalami erosi tersebut kini berubah menjadi kawasan yang lebih rimbun setelah dilakukan penanaman pohon.

Baca Juga:Menteri LH Dorong Ekowisata Jabar Tak Abaikan Kelestarian LingkunganKDS Dorong Ekowisata Citarik Jadi Model Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

“Dusun Bambu dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan kawasan dapat berjalan seiring dengan pemulihan lingkungan. Kawasan yang dahulu gersang dan berpotensi mengalami erosi tersebut kini menjadi kawasan yang rimbun setelah dilakukan penanaman pohon,” kata Jumhur, Rabu (30/9/2026).

Ia mengatakan, pengelolaan kawasan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi dapat dikembangkan bersamaan dengan upaya menjaga dan memulihkan lingkungan.

“Ini adalah contoh usaha, membangun kegiatan ekonomi sirkular, sambil memuliakan lingkungan,” ujarnya.

Pengalaman pengembangan Dusun Bambu tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan inisiatif berbasis alam yang dikembangkan Ronny Lukito melalui EIGER Nature di Megamendung, Bogor.

Keduanya sama-sama diarahkan untuk menghadirkan ruang yang mendekatkan masyarakat dengan alam sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Chairman EIGER Nature Ronny Lukito mengatakan, EIGER Nature dikembangkan dengan mengintegrasikan restorasi dan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

“Sebagai brand yang lahir di Jawa Barat, kami ingin memberikan sumbangsih melalui ekowisata, yaitu inisiatif berbasis alam yang mengintegrasikan upaya restorasi dan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat,” kata Ronny.

Baca Juga:Dari Sungai ke Solusi, Ekowisata Citarik Jadi Percontohan Penanganan Sampah di Kabupaten BandungLangkah Nyata Investasi Hijau EIGER Adventure Land: Transformasi Konflik Agraria jadi Ekowisata Bermakna

Dalam pengembangannya, EIGER Nature telah melakukan restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 dan mendukung upaya konservasi di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Sejak 2021, upaya tersebut mencakup penanaman lebih dari 120 ribu pohon dan perdu serta lebih dari 8 juta tanaman semak dan penutup tanah.

Ronny berharap keberadaan EIGER Nature juga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan alam dan memahami pentingnya menjaga lingkungan.

“Saya berharap generasi muda dapat semakin dekat dan bersentuhan dengan alam, serta belajar dari alam. Karena ketika kita semakin mengenal alam, kita akan semakin memahami pentingnya menjaga dan merawatnya,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar