Pada tahap pertama, 50 persen dana digunakan untuk pembelian material bangunan melalui toko material yang ditunjuk. Setelah pembangunan berjalan dan progres fisik diverifikasi, 50 persen sisanya dapat dicairkan.
“Pencairan dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan dan hasil verifikasi. Tidak ada uang tunai, seluruh transaksi melalui rekening dan harus ada bukti yang sah,” jelasnya.
Deden juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program. Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan agar bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan dan digunakan sesuai peruntukannya.
Baca Juga:Prabowo Pangkas Anak Perusahaan BUMN PLN hingga Pertamina?Library Cafe, Inovasi Modern Pembuka Nilai Tambah Ekraf?
Masyarakat, kata dia, dapat mengawasi proses pembangunan, penggunaan bantuan maupun kesesuaian penerima dengan kondisi sebenarnya.
“Kalau menemukan dugaan ketidaksesuaian, jangan hanya jadi obrolan di grup. Tanyakan, cek, awasi dan laporkan melalui kanal resmi,” tegasnya.
Pengaduan dapat disampaikan melalui Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah desa, kepala desa, BPD, camat, maupun kanal SP4N-LAPOR! 1708 dan Lapor.go.id.
Sementara itu, 193 penerima BSPS tahun 2026 tersebar di 12 kecamatan. Kecamatan Cisayong menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 32 warga yang tersebar di Desa Cisayong, Sukaraharja dan Purwasari.
Kemudian Gunungtanjung sebanyak 29 penerima di Desa Tanjungsari dan Cinunjang, Salawu 22 penerima di Desa Salawu dan Jahiang, Pagerageung 21 penerima di Desa Guranteng dan Sukadana, serta Sukaresik 20 penerima di Desa Sukaratu dan Sukamenak.
Selanjutnya Sodonghilir mendapat 13 penerima dari Desa Cipaingeun. Karangnunggal 10 penerima di Desa Sarimanggu, Kadipaten 10 penerima di Desa Buniasih, Manonjaya 10 penerima di Desa Kamulyan, Jatiwaras 9 penerima di Desa Sukakerta, Singaparna 9 penerima di Desa Cikunir, serta Jamanis 8 penerima di Desa Tanjungmekar.
Deden berharap bantuan tersebut tidak hanya menghasilkan rumah yang lebih baik secara fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima.
Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Ikuti Patroli Malam, Sasar Titik Keramaian dan Rawan C3Kemarau Makin Parah, Petugas Gabungan Salurkan 11.500 Liter Air Bersih di Desa Tanjungjaya
“Program BSPS bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang bagaimana rumah menjadi lebih aman, sehat, nyaman dan bermartabat,” katanya.
Pemkab Tasikmalaya pun berharap penerima dapat memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. Di sisi lain, semangat gotong royong masyarakat tetap diperlukan agar proses perbaikan rumah berjalan maksimal dan hasilnya dapat dipertahankan dalam jangka panjang. (Hendi)
