KPR, Dua Anak, Dua Gelar Sarjana
Namun tekad pria berambut cepak itu sudah bulat. Adi berusaha meyakinkan istrinya, bahwa ia bekerja bukan untuk mengingkari janji suci pelaminan tapi justru untuk melanggengkan ikatan. Termasuk demi masa depan anak-anaknya.
Pria yang rambutnya kini tak lagi seluruhnya hitam itu membuktikan janjinya. Setiap hari ia sudah mengaspal meski Bandung belum benar-benar bangun. Itu demi catatan argo yang terus bertambah.
Lalu di 2016 ia memetik hasilnya. Ia bisa memboyong keluarganya pindah dari bantaran sungai ke rumah yang kini ia cicil di sebuah perumahan. Yaitu melalui program KPR yang difasilitasi perusahaan.
Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Ikuti Patroli Malam, Sasar Titik Keramaian dan Rawan C3Kemarau Makin Parah, Petugas Gabungan Salurkan 11.500 Liter Air Bersih di Desa Tanjungjaya
“Dulu seperti mustahil bisa ACC KPR, tapi dengan slip gaji dan program Bluebird kami bisa pindah rumah,” kenangnya.
Sejak saat itulah jalan pulang Adi berubah. Ia tak lagi harus menuruni gang sempit menuju bantaran sungai. Tapi bisa melewati jalan mulus di perumahan. Ia bisa mematikan mesin mobil tepat di depan rumah. Lalu bisa berbagi kamar dengan anak. Termasuk tinggal di rumah yang benar-benar memberi rasa aman.
Namun bukan itu saja. Hal yang paling istimewa bagi Adi adalah gelar sarjana yang dimiliki dua anaknya. “Semua dapat beasiswa dari Bluebird,” ia bercerita.
Adi menceritakan, anak pertamanya bisa menyandang gelar sarjana teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Sedangkan anak keduanya juga berhasil mengenakan toga dan medali berlogo Universitas Pendidikan Indonesia.
Awalnya Adi tak bisa bicara banyak ketika sang anak mengukir mimpi untuk melanjutkan kuliah semasa di bangku SMA. Namun peluang datang dari Bluebird. Perusahaannya membuka program beasiswa pendidikan.
Beasiswa itu bisa diakses bagi sopir yang berkinerja baik. Salah satu penilaiannya adalah kinerja harian dan capaian bulanan. Hal itu langsung jadi pemompa semangat Adi untuk mengaspal. “Ayah semangat kerja anak semangat kuliah. Sekarang dua-duanya sudah lulus. Berkat beasiswa,” ucapnya dengan sedikit berkaca-kaca.
Adi juga masih ingat ketika momen wisuda sang anak. Pagi itu ia lebih rajin dan bersih mengelap armada biru yang biasa dikemudikannya. Itu bukan karena hendak menjemput pejabat atau artis yang order. Tapi itu spesial untuk mengantarkan dan datang ke wisuda sang anak.
