DLH KBB Bongkar Temuan Aliran Pabrik Aci ke Sungai Cidadap

Sungai Cidadap, Kecamatan Gununghalu, Bandung Barat diduga tercemar limbah pabrik tepung tapioka. Dok DLH KBB
Sungai Cidadap, Kecamatan Gununghalu, Bandung Barat diduga tercemar limbah pabrik tepung tapioka. Dok DLH KBB
0 Komentar

JABAR EKSPRES – DLH Kabupaten Bandung Barat (KBB) menemukan adanya aliran dari area produksi pabrik tepung tapioka yang mengarah ke Sungai Cidadap, Kecamatan Gununghalu.

Temuan tersebut menjadi dasar pemanggilan pemilik pabrik untuk dimintai penjelasan.

Kepala DLH KBB Ibrahim Aji mengatakan, pihaknya telah menurunkan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) untuk melakukan verifikasi langsung setelah menerima laporan masyarakat terkait perubahan warna air Sungai Cidadap.

“Kami sudah menurunkan petugas untuk melakukan verifikasi lapangan dan mengumpulkan informasi terkait kondisi Sungai Cidadap,” kata Aji saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga:Tiga Ruas Jalan Rampung, Bupati Cecep: Mudah-mudahan Tak Ada Lagi Mobil TerperosokKapolres Tasikmalaya Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Melayani Masyarakat

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya aliran air dari area produksi industri tepung tapioka yang mengarah ke Sungai Cidadap.

Namun, saat petugas melakukan pemeriksaan, pemilik pabrik tidak berada di lokasi sehingga belum dapat dimintai keterangan mengenai aktivitas produksi maupun aliran air tersebut.

“Terpantau ada air yang mengalir dari area produksi ke sungai. Saat verifikasi lapangan, pemilik usaha tidak berada di lokasi,” ujarnya.

Aji memastikan pihaknya akan memanggil pemilik pabrik untuk meminta klarifikasi terkait temuan tersebut. Pemanggilan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (26/8/2026).

“Kami akan memanggil pemilik pabrik aci untuk dimintai keterangan pada Rabu,” jelasnya.

Diketahui, warga Kampung Cihurang, Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, mengeluhkan kondisi Sungai Cidadap yang berubah menjadi hitam. Warga menduga perubahan tersebut berkaitan dengan aktivitas industri di sekitar aliran sungai.

Salah seorang warga Bunijaya, Mbep, mengatakan persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, kondisi serupa sudah cukup lama menjadi keluhan masyarakat karena banyak aktivitas pabrik berada di sekitar Sungai Cidadap.

Baca Juga:Bupati Tasikmalaya Apresiasi Dua Pelajar Peraih Medali O2SN Nasional 2026, Buah Perjuangan dari Tingkat DaerahLeuwikeris Jadi Etalase Wisata dan UMKM Tasikmalaya di Jambore Nasional Overlanding Indonesia 2026

“Sebenarnya ini sudah menjadi masalah klasik karena sudah cukup lama. Di pinggiran Sungai Cidadap banyak pabrik,” kata Mbep saat dihubungi.

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena Sungai Cidadap masih dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, terutama sektor pertanian. Terlebih, saat ini masyarakat tengah menghadapi musim kemarau.

“Air Sungai Cidadap sempat berubah menjadi hitam. Sekarang memang sudah tidak terlalu parah, mungkin karena ada campuran tepung tapioka. Perubahannya diduga berasal dari pabrik di Cihurang,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar