Edukasi Penanggulangan Bencana Perkotaan Ala UNJANI

Edukasi Penanggulangan Bencana Perkotaan Ala UNJANI
Sesi penutupan International Disaster Management Jamboree 2026.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah ancaman bencana yang kian meluas, Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) gembleng mahasiswanya terkait simulasi penanggulangan bencana. Itu sekaligus ajang kompetisi dalam hal menghadapi kedaruratan medis.

Kegiatan itu bertajuk International Disaster Management Jamboree 2026. Ajang itu berlangsung beberapa hari dan tuntas Selasa (15/8).

Setidaknya ada 16 tim yang bergabung dalam Jambore itu. Mereka dari perwakilan mahasiswa dan beberapa perwakilan organisasi termasuk mahasiswa asing.

Baca Juga:Jateng Siap Sambut Kafilah MTQ Nasional, Persiapan Capai 90 Persen! Jelajah “Asik ke Tasik”, Overland Club Indonesia Eksplor Kekayaan Alam Kabupaten Tasikmalaya

Wakil Rektor IV UNJANI, Sylvia Mustika Sari menjelaskan. Jambore itu sebenarnya udah rutin tahunan. Kali ini ajang internasional tersebut digelar beriringan dengan rangkaian Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Fakultas Kedokteran (FK) UNJANI.

Rangkaian acara yang berlangsung sejak Senin hingga Selasa tersebut mengombinasikan unsur kompetisi dan edukasi teknis simulasi kebencanaan.

“Mahasiswa asing juga ada yang bergabung. Total ada 16 tim,” jelasnya, Selasa (25/8/2026).

Sylvia menjelaskan, semangat kegiatan itu sebenarnya adalah meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Namun agar lebih menarik kemudian dikemas dalam bentuk kompetisi dan edukasi.

“Dari 16 tim itu ada dua tim dari universitas luar negeri. Yaitu University of Lyon dari Prancis. Mereka ikut karena mahasiswanya sedang menjalankan program student mobility di tempat kami,” cetusnya.

Tema kali ini juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini lebih mengarah pada penanganan bencana di kawasan perkotaan (urban disaster). “Kalau tahun lalu temannya di bencana di pesisir,” cetusnya.

Para peserta diuji kemampuannya dalam menjalankan peran sebagai Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) melalui skenario penyelamatan berjenjang yang membutuhkan penanganan cepat dan presisi.‎‎”Tim ada yang berperan sebagai emergency medical team untuk melakukan penyelamatan pasien di dalam gedung, penyelamatan sebelum di transportasi ke rumah sakit, hingga penanganan lanjutan di rumah sakit,” tambahnya.‎‎Sementara itu, Dekan FK UNJANI, Iis Inayati menegaskan bahwa konsistensi pemeliharaan tema kebencanaan ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam merealisasikan keunggulan akademisnya. “Edukasi ini agar nantinya bisa memberi dampak langsung terhadap lingkungan. Khususnya kesiapsiagaan bencana,” Tuturnya. (son)

0 Komentar