Polemik Nama RSUD Cibabat, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Tegaskan Keputusan Berdasarkan Kajian Panjang 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dalam konferensi pers mengenai rebranding RSUD Cibabat di Aula Gedung B Pemerintah
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dalam konferensi pers mengenai rebranding RSUD Cibabat di Aula Gedung B Pemerintah Kota Cimahi (Mong)
0 Komentar

Selain FGD, MarkPlus juga menggelar workshop manajemen RSUD yang dilaksanakan di Gedung 4 RSUD Cibabat.

Setelah seluruh rangkaian kajian berlangsung selama sekitar empat hingga lima bulan, hasilnya kemudian dipaparkan kepada kepala daerah.

Ngatiyana menjelaskan, laporan akhir turut disampaikan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota, perangkat daerah, serta Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Cibabat.

Baca Juga:24th Annual National Summer Classic 2026: Tim Putri DBL All-Star Juara, Putra Peringkat TigaMilangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Puluhan Agenda, Puncak Perayaan Digelar 24–26 Juli 2026

Dalam pemaparan tersebut, lanjutnya, konsultan menyampaikan hasil penyaringan sejumlah usulan nama yang akhirnya mengerucut menjadi tiga pilihan terbaik.

“Nah, di sana dilaporkan itu bentuknya dari sekian nama yang diikutkan mengerucut menjadi tiga besar, dan ternyata ada satu terpilih, jadi Rumah Sakit Wijaya Mulya. Karena di sana saya lihat tagline-nya adalah ‘Melayani dari Hati’. Artinya melayani dari hati berarti siapa pun pasiennya akan dilayani secara sama dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Menurut Ngatiyana, slogan “Melayani dari Hati” menjadi salah satu pertimbangan penting dalam konsep rebranding tersebut karena menegaskan komitmen pelayanan kesehatan tanpa membedakan latar belakang pasien.

“Tidak ada konotasi lagi perbedaan terhadap pelayanan kesehatan. Itu salah satunya melayani dari hati,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil kajian MarkPlus juga dipresentasikan secara terbuka kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ketua DPRD Kota Cimahi, seluruh aparatur sipil negara (ASN) Eselon II, para asisten daerah, kepala perangkat daerah, hingga tokoh masyarakat yang sebelumnya menjadi responden dalam proses kajian.

“Setelah itu dipaparkan itu adalah hasil dari MarkPlus kajiannya kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, yang diundang juga Ketua DPRD, kemudian seluruh ASN Kota Cimahi khususnya eselon II, asisten, kepala dinas, termasuk tokoh masyarakat yang pernah diwawancarai semua, ikut semua di dalam memaparkan hasil kajian itu,” pungkasnya. (Mong)

0 Komentar