JABAR EKSPRES — Persib Bandung tinggal selangkah lagi dari fase grup AFC Champions League Two (ACL Two). Namun, satu langkah itu bukan sekadar formalitas. Maung Bandung harus melewati Manila Digger FC pada laga kualifikasi yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Senin (31/8/2026).
Pertandingan ini menjadi gerbang terakhir Persib sebelum benar-benar masuk ke persaingan utama kompetisi Asia. Karena itu, persiapan pun tak hanya soal siapa yang paling siap menjadi starter, tetapi juga bagaimana Persib membaca pertandingan hingga menit-menit terakhir.
Pelatih Persib, Igor Tolić, mengaku telah menyiapkan sejumlah skenario. Komposisi pemain sejak awal pertandingan hingga sosok yang bisa memberikan perubahan dari bangku cadangan menjadi bagian dari perhitungannya.
Baca Juga:Pergerakan Tanah Masih Terjadi, BPBD Tasikmalaya Verifikasi Rencana Relokasi Warga CineamMakanan Sehat Tak Harus Mahal, Ini Cara Atur Gizi Keluarga di Tengah Tekanan Ekonomi
“Kita harus bersiap-siap untuk setiap permainan. Kita harus berlatih teknis, menilai pemain-pemain, siapa yang akan mulai dari awal, siapa yang akan datang di setengah kedua dan mengubah permainan, mencari orang yang tepat untuk melakukan tugasnya,” kata Igor dalam konferensi pers, Minggu (30/8/2026).
Bagi Igor, laga melawan Manila Digger bukan pertandingan yang bisa dijalani dengan satu formula. Persib membutuhkan fleksibilitas untuk merespons situasi di lapangan.
Pertandingan bisa saja berjalan sesuai rencana sejak menit awal. Namun, ketika permainan berubah, Persib harus memiliki jawaban.
Di situlah peran pemain pengganti menjadi sama pentingnya dengan mereka yang dipercaya sebagai starter.
“Saya yakin kita menemukan formula yang tepat, dan kita akan mengejarnya besok, kemudian pergi ke pertandingan berikutnya, ke tahap grup,”* ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Persib kini hanya berjarak 90 menit, atau mungkin lebih, dari tiket menuju fase grup ACL Two.
Stadion SJH akan menjadi panggungnya. Manila Digger menjadi lawannya. Dan bagi Maung Bandung, kemenangan bukan hanya tentang satu pertandingan, tetapi juga tentang membuka kembali pintu persaingan Persib di panggung Asia.
