Panda Bond Langkah Tepat Kurangi Ketergantungan Terhadap Dolar?

Panda Bond Langkah Tepat Kurangi Ketergantungan Terhadap Dolar?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim penerbitan Panda Bond menjadi langkah tepat kurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Foto: ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penerbitan Panda Bond senilai sekitar 1 miliar dolar AS diklaim menjadi langkah tepat untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar AS. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Menurutnya, keputusan menerbitkan Panda Bond juga bukan semata untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pendanaan.

“Ini kan diversifikasi sumber pendanaan kita. Kan sebelumnya kalau global hanya dolar, kita diversifikasi ke Jepang maupun ke Australia, dan di China,” ujarnya, dikutip Jumat (24/7/2026).

Baca Juga:Jemput Bola ke Kemendagri, Bupati Cecep Nyatakan Tasikmalaya Siap Terima Program Pusat PTLS dan PLTSaPertamuda 2026 Resmi Dibuka: Pertamina Jaring Inovator Muda, Wujudkan Karya Berdampak Nyata

Kemudian, Menkeu menyebut bahwa penggunaan mata uang yuan dalam transaksi dengan China juga dapat memperkuat skema transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

“Dan saya akan pakai LCT, Local Currency Transaction. Sehingga mereka bayar Yuan, saya terima Rupiah di sini antar bank antar sentral bank,” kata Purbaya.

Di samping itu, Menkeu juga mengatakan bahwa strategi ini dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, dengan mengurangi tekanan yang bersumber dari kebutuhan terhadap dolar AS.

“Rupiah akan cenderung menguat karena tekanan dari dolar ini. Jadi strategi itu memang sengaja dikembangkan untuk maksimalkan instrumen yang ada untuk menjaga nilai tukar rupiah,” ucapnya.

Adapun penerbitan Panda Bond tersebut, pada tahap awal dibatasi sekitar 1 miliar dolar AS untuk memperkenalkan instrumen tersebut kepada pasar.

Ia menyebut pemerintah masih melihat hasil book building penerbitan tersebut sebelum mempertimbangkan penerbitan berikutnya dengan nilai yang lebih besar.

Purbaya menambahkan dana yang dihimpun dari penerbitan Panda Bond akan digunakan untuk menutup sebagian kebutuhan pembiayaan defisit dan belanja pemerintah.

Baca Juga:Sulap Limbah Jadi Pembersih Lantai, Pegawai RSUD KHZ Musthafa Masuk Nominasi ASN Berprestasi 2026Menkeu Targetkan PFII Diterapkan Tahun Ini, Didanai APBN?

Ia juga mengatakan penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari upaya memperluas sumber pembiayaan pemerintah agar tidak terlalu bergantung pada pasar dolar AS.

Sejalan dengan Menkeu, Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede menilai langkah pemerintah Indonesia untuk menerbitkan Panda Bond relevan ketika pasar dolar Amerika Serikat (AS) sedang menghadapi tekanan suku bunga tinggi, penguatan dolar, dan ketidakpastian geopolitik.

0 Komentar