Sulap Limbah Jadi Pembersih Lantai, Pegawai RSUD KHZ Musthafa Masuk Nominasi ASN Berprestasi 2026

Sulap Limbah Jadi Pembersih Lantai, Pegawai RSUD KHZ Musthafa Masuk Nominasi ASN Berprestasi 2026
Penilaian lapangan (fact finding) terhadap hasil inovasi pengolahan limbah organik menjadi produk pembersih lantai. Foto: RSUD KHZ Musthafa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Komitmen RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya dalam mendorong inovasi pelayanan dan pengelolaan lingkungan kembali membuahkan prestasi. Salah seorang aparatur sipil negara (ASN) di rumah sakit tersebut, Doni Pujiyono, berhasil masuk dalam penilaian ASN Berprestasi Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026 berkat inovasi pengolahan limbah organik menjadi produk pembersih lantai ramah lingkungan.

Penilaian lapangan (fact finding) telah dilaksanakan pada Selasa (14/7) lalu di Tempat Pengolahan Utama (TPU) Sanitasi RSUD KHZ Musthafa. Tim penilai meninjau langsung inovasi yang dikembangkan Doni bersama Tim Inovasi Sanitasi rumah sakit.

Inovasi tersebut melahirkan produk pembersih lantai bernama Embol (Eco Enzyme Karbol), yang dibuat melalui proses fermentasi limbah organik berupa sisa buah-buahan dan sayuran. Selain menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali, inovasi ini juga mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menekan biaya operasional rumah sakit.

Baca Juga:Tingkatkan Mutu Layanan, RSUD KHZ Musthafa Perkuat Kompetensi SDM Jelang AkreditasiRSUD KHZ Musthafa Ukir Sejarah, Layanan Trombolisis Pertama di Priangan Timur Selamatkan Pasien Stroke Akut

Direktur RSUD KHZ Musthafa, Eli Hendalia, mengatakan bahwa inovasi tersebut menjadi bukti nyata bagaimana kreativitas ASN mampu menjawab tantangan efisiensi anggaran sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Inovasi Embol tidak hanya memberikan efisiensi dalam pengadaan bahan pembersih, tetapi juga menjadi solusi pengelolaan limbah organik yang lebih ramah lingkungan. Ini merupakan bentuk komitmen RSUD KHZ Musthafa untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan,” ujar Eli, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, inovasi yang digagas Doni Pujiyono bersama Tim Sanitasi menjadi contoh bahwa limbah tidak selalu menjadi beban, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi rumah sakit.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh ASN di lingkungan RSUD KHZ Musthafa untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan publik.

“Prestasi ini bukan hanya milik individu, tetapi menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar RSUD KHZ Musthafa. Kami berharap semangat inovasi terus tumbuh sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin efektif, efisien, dan berwawasan lingkungan,” kata Eli.

Melalui inovasi Embol, RSUD KHZ Musthafa menunjukkan bahwa pengelolaan limbah yang tepat tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan efisiensi anggaran dan nilai tambah bagi institusi.

0 Komentar