JABAR EKSPRES – Seorang perempuan bernama Adinda Religia (25) viral di media sosial setelah membagikan pengalaman tak biasa saat meminta bantuan kepolisian melalui layanan Call Center 110 untuk mengantarnya pulang ke rumah.
Adinda, warga Kopo Sayati, Kabupaten Bandung, mengaku meminta pengawalan karena khawatir menjadi korban kejahatan jalanan yang belakangan ramai diperbincangkan. Saat itu, ia baru pulang bekerja dari kawasan Rajawali, Kota Bandung.
“Itu kejadiannya hari Senin. Saya pulang dari arah Rajawali ke Kopo, daerah Sayati. Awalnya saya tahu informasi soal red zone di kawasan Soekarno-Hatta dan Flyover Kopo,” ujar Adinda, Kamis (23/7).
Baca Juga:SPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!Kekeringan Kian Meluas, Dari Perkampungan hingga Kawasan Perkotaan Tasikmalaya Mulai Krisis Air Bersih
Karena merasa takut, Adinda kemudian menghubungi layanan Call Center 110 milik kepolisian untuk meminta pengawalan hingga ke rumahnya.
Ia mengaku tidak sendirian. Rekannya yang juga hendak pulang ke arah Kopo turut meminta bantuan serupa.
“Karena lumayan takut, saya coba telepon 110 dan langsung diangkat. Saya menjelaskan kalau harus melewati Soekarno-Hatta yang katanya red zone. Saya tanya apakah bisa diantar pulang dari Rajawali ke Kopo, dan petugas menjawab bisa. Saya menelepon sekitar pukul 21.48 WIB, lalu petugas datang sekitar pukul 22.34 WIB. Saya dikawal tiga sepeda motor, sementara beberapa polisi lainnya berada di mobil,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Andir AKP Triyono Raharja membenarkan adanya permintaan bantuan tersebut. Menurutnya, kejadian itu berlangsung pada Senin (20/7/2026), ketika pihaknya menerima laporan dari layanan Call Center 110 mengenai seorang perempuan yang merasa takut pulang sendirian pada malam hari.
“Mungkin karena merasa takut, yang bersangkutan menghubungi layanan 110. Dari sana kami menerima informasi, kemudian petugas piket Polsek Andir yang dipimpin perwira pengawas (Pawas) bersama anggota langsung menuju lokasi, yang berada di wilayah hukum Polsek Andir, tepatnya di dekat Rumah Sakit Rajawali,” jelas Triyono.
Setelah tiba di lokasi, petugas kemudian mengawal Adinda hingga tiba dengan selamat di rumahnya di kawasan Jalan Sulaiman, Kabupaten Bandung.
“Ini baru pertama kali ada permintaan untuk mengantar warga pulang. Mungkin yang bersangkutan merasa takut karena sudah malam, ditambah ramai pemberitaan di media sosial mengenai kejahatan jalanan seperti begal. Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, kami tentu senang bisa mengawal sampai rumah,” ungkapnya.
