JABAR EKSPRES – Rasa aman yang selama ini menjadi salah satu daya tarik Kota Bandung mulai dipertanyakan oleh sebagian warganya.
Dalam beberapa pekan terakhir, maraknya aksi begal dan tindak kriminalitas jalanan yang terjadi pada malam hingga dini hari membuat masyarakat merasa waswas ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Berbagai video dugaan aksi begal, pencurian dengan kekerasan, hingga tindak kriminal lainnya yang beredar di media sosial semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat.
Baca Juga:16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter AirKurangi Sampah Plastik, ITB Olah Styrofoam Jadi Perekat Bernilai Ekonomi
Meski tidak semua warga pernah menjadi korban secara langsung, banyak yang mengaku kini memilih mengurangi aktivitas malam hari demi menghindari potensi kejahatan.
Salah seorang warga Kecamatan Coblong, Rizky Pratama (29), mengaku situasi Bandung saat ini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
Menurutnya, ia kini lebih berhati-hati ketika harus pulang malam menggunakan sepeda motor.
“Kalau dulu pulang jam 11 atau jam 12 malam masih terasa biasa saja. Sekarang, jujur saya selalu lihat spion terus. Begitu melewati jalan yang sepi rasanya khawatir ada orang yang mengikuti. Bandung sekarang terasa lebih mencekam saat malam dibandingkan dulu,” ujar Rizky kepada Jabarekspres, Senin (20/7/2026).
Ia mengatakan keluarganya bahkan mulai mengingatkan agar tidak pulang terlalu larut apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
“Orang tua sekarang selalu telepon kalau saya belum sampai rumah. Mereka juga sering kirim berita atau video soal begal yang viral. Akhirnya rasa takut itu memang ada, walaupun belum pernah mengalami sendiri,” katanya.
Pengakuan serupa disampaikan Nina Kurniasih (35), warga Antapani. Sebagai seorang ibu, ia mengaku lebih khawatir ketika suami maupun anaknya harus beraktivitas pada malam hari.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Kekeringan, Lintas Sektor Disiagakan Hadapi Meluasnya Dampak KemarauDipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah Sekolah
Menurut Nina, keresahan masyarakat bukan hanya dipicu oleh kejadian kriminal yang terjadi, tetapi juga derasnya informasi yang beredar melalui media sosial.
“Sekarang setiap buka media sosial pasti ada saja informasi soal begal atau kejahatan jalanan. Mau benar atau tidak, tetap saja membuat masyarakat takut. Bandung yang dulu terkenal nyaman sekarang rasanya beda kalau malam hari,” tuturnya.
Ia berharap aparat keamanan dapat meningkatkan patroli di kawasan permukiman maupun jalan-jalan yang minim penerangan.
