Pemulihan Pascalongsor di Pasirlangu Terus Dilakukan, Material Batu Besar Masih Jadi Kendala Utama

Pemulihan Pascalongsor di Pasirlangu Terus Dilakukan, Material Batu Besar Masih Jadi Kendala Utama
Kondisi tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB. Foto: Dimas Rachmatsyah/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemulihan pascalongsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), belum sepenuhnya tuntas.

Material longsoran berupa tanah dan bongkahan batu berukuran besar masih menjadi kendala utama dalam proses rehabilitasi kawasan terdampak. Meski alat berat terus dikerahkan, proses pemulihan diperkirakan masih membutuhkan waktu hingga seluruh lahan dapat kembali dimanfaatkan warga.

Kepala Dusun Pasirlangu, Yuda (35), mengatakan pemerintah bersama masyarakat terus melakukan penataan lahan yang terdampak bencana.

Baca Juga:Lima Bulan Pascalongsor Pasirlangu, Penyintas Masih Menanti Kepastian RelokasiPemkab KBB Kembali Gelontorkan Rp120,8 Juta untuk Korban Longsor Pasirlangu

“Bantuan dari pemerintah maupun para donatur dimanfaatkan untuk mempercepat proses pemulihan,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, sebagian bantuan digunakan untuk menyewa alat berat guna meratakan material longsoran yang menimbun lahan milik warga.

“Bantuan yang kami terima sangat membantu proses pemulihan. Sebagian digunakan untuk menyewa alat berat agar material longsoran bisa segera dibersihkan dan lahan kembali dapat dimanfaatkan,” katanya.

Ia menjelaskan, tiga unit alat berat telah bekerja selama sekitar dua bulan untuk membersihkan material longsoran. Namun hingga kini masih terdapat beberapa titik yang sulit ditangani karena dipenuhi bongkahan batu berukuran besar.

Kondisi tersebut membuat proses rehabilitasi tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Sejumlah area masih memerlukan penanganan lanjutan sebelum benar-benar aman dan dapat digunakan kembali,” tambahnya.

Salah seorang warga, Asep (37), mengatakan kondisi lahan secara umum mulai membaik dibandingkan beberapa waktu lalu. Aliran air dari Gunung Burangrang juga kini relatif normal sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas perkebunan warga.

Baca Juga:Pascabencana Longsor, 30 Hektare Lahan Pertanian di Pasirlangu Mulai DipulihkanDukung Pemulihan Pasca Bencana Pasirlangu, LG Electronics Indonesia Gelar “Lebaran Sehat”

Meski demikian, sebagian lahan masih belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena tertutup material batu yang sulit dipindahkan.

Selain memulihkan lahan, warga juga berharap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat segera pulih. Hingga kini masih ada keluarga yang belum dapat kembali ke rumahnya karena lokasi tempat tinggal dinilai belum aman.

Sebagian warga masih tinggal di rumah kontrakan sambil menunggu adanya solusi hunian yang lebih permanen dari pemerintah.

“Harapan kami, bukan hanya lahannya yang pulih, tetapi warga juga bisa kembali tinggal di rumah dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Masih ada keluarga yang mengontrak karena belum bisa kembali, sehingga kami berharap pemulihan ini segera tuntas,” pungkas Asep. (Wit)

0 Komentar