“Setelah melalui proses panjang ini, kami sudah mendapatkan informasi bahwa pemenang lelangnya sudah ada. Jadi calon pelaksananya sudah ada. Groundbreaking setelah PSEL Bogor Raya di Galuga. PSEL Galuga rencana awal Agustus, sedangkan PSEL Bogor Raya 2 direncanakan bulan November,” katanya.
PSEL Bogor Raya 2 dirancang mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari
Sementara pasokan sampah nantinya tidak hanya dari Kota Bogor, tetapi juga dimungkinkan menerima sampah dari Kabupaten Bogor, Depok, maupun daerah lain melalui skema kerja sama antardaerah.
Selain PSEL, kawasan Kayumanis it juga akan dikembangkan sebagai kawasan infrastruktur terpadu. Di lokasi tersebut akan dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala kota, serta fasilitas pengolahan fly ash dan bottom ash (FABA) untuk mengolah sisa hasil pembakaran insinerator menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali, seperti paving block dan kanstin.
Baca Juga:Wabup Tasikmalaya: Pemeriksaan BPK Jangan Dipandang untuk Cari-cari KesalahanPGN Area Karawang Edukasi Masyarakat dan Dukung UMKM lewat Pemanfaatan Gas Bumi di Harkopnas
Adapun total lahan yang disiapkan untuk PSEL Bogor Raya 2 dan pengolahan FABA mencapai sekitar 69.948 meter persegi atau hampir 7 hektare.
“Sampahnya bisa dari Bogor, bisa kota dan kabupaten, bisa nanti dari Depok. Bisa juga sampah dari mana-mana supaya terutama Jabodetabek ini bersih. Nanti akan diatur, termasuk kendaraan pengangkutnya harus yang bersih karena kita bukan lagi menggunakan paradigma pengelolaan sampah yang lama. Sekarang sampah diolah menjadi listrik. Tidak ada emisi, tidak ada polusi, kemudian juga menghasilkan energi listrik,” tuturnya.
