24 Ribu Pelanggan Terancam Kesulitan Air Bersih, PDAM Tirta Raharja Siapkan Langkah Hadapi Kemarau Panjang

24 Ribu Pelanggan Terancam Kesulitan Air Bersih, PDAM Tirta Raharja Siapkan Langkah Hadapi Kemarau Panjang
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja A. Teddy Setiabudi saat ditemui di Command Center, Selasa (21/7/2026). Foto: Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Raharja menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga pelayanan air bersih selama musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga November 2026.

Upaya tersebut dilakukan menyusul mulai menurunnya debit air baku akibat dampak fenomena El Nino.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja A. Teddy Setiabudi mengatakan, berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang, yakni mulai Juli hingga November.

Baca Juga:KDS Minta Penanganan Kekeringan Dipercepat, Layanan Air Bersih Warga Tak Boleh TergangguRatusan KK di Garut Kesulitan Air Bersih, Krisis Kekeringan Kembali Melanda Desa Cintanagara

Atas arahan Bupati Bandung Dadang Supriatna, pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa hasil analisa dan kajian dari BMKG, tahun sekarang ini karena dampak El Nino akan terjadi kemarau yang relatif panjang antara bulan Juli sampai dengan bulan November. Dengan kondisi demikian, atas arahan Bupati Bandung, Perumda Air Minum Tirta Raharja harus melakukan upaya-upaya antisipasi, terutama berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat pelanggan,” kata Teddy, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, saat ini kapasitas air baku telah mengalami penurunan sekitar 10 hingga 20 persen. Kondisi tersebut membuat sekitar 20 hingga 25 persen pelanggan atau sekitar 24 ribu pelanggan berpotensi terdampak apabila kemarau terus berlanjut.

Pelanggan yang masuk kategori rawan terdampak tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Ciwidey, Soreang, Pangalengan, Banjaran, Ciparay, Majalaya, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Solokanjeruk, Rancaekek hingga Cicalengka.

Meski demikian, Teddy menegaskan pelayanan masih dapat dipertahankan melalui pengaturan distribusi air pada jaringan perpipaan.

“Penurunannya masih relatif bisa kita kendalikan. Aktivitas yang kita lakukan adalah bagaimana mekanisme manajemen pengelolaan jaringan perpipaan, baik pengaturan penanganannya maupun pembagian airnya. Itu relatif masih bisa kita kendalikan,” ujarnya.

Selain melakukan pengaturan distribusi, PDAM Tirta Raharja juga telah menyiapkan 20 toren air di sejumlah titik yang memiliki elevasi tinggi dan rawan mengalami gangguan pasokan. Distribusi air juga diperkuat menggunakan empat armada mobil tangki yang beroperasi selama 24 jam.

Baca Juga:Dampak Kemarau di Tasikmalaya Meluas, 26 Kecamatan dan Lebih dari 2.100 Hektare Sawah Alami KekeringanPemkab Perkuat Mitigasi, Bandung Barat Rawan Kekeringan

“Di daerah-daerah yang relatif kritis, misalnya pelanggan yang berada di titik tinggi, kita antisipasi dengan penyediaan toren yang terdekat. Kemudian juga kita sediakan suplai melalui armada tangki,” ucap Teddy.

0 Komentar