24 Ribu Pelanggan Terancam Kesulitan Air Bersih, PDAM Tirta Raharja Siapkan Langkah Hadapi Kemarau Panjang

24 Ribu Pelanggan Terancam Kesulitan Air Bersih, PDAM Tirta Raharja Siapkan Langkah Hadapi Kemarau Panjang
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja A. Teddy Setiabudi saat ditemui di Command Center, Selasa (21/7/2026). Foto: Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres
0 Komentar

Ia mengatakan, apabila memasuki kondisi waspada dengan penurunan kapasitas air baku mencapai 25 hingga 50 persen pada Agustus hingga September, jumlah toren akan ditambah menjadi 64 unit berkapasitas rata-rata 5.000 liter.

“Kalau kita sudah masuk ke kondisi waspada, mitigasi yang kita lakukan paling tidak akan memasang 64 toren dengan kapasitas rata-rata 5.000 liter yang memang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan pelanggan kita,” katanya.

Teddy menambahkan, apabila kondisi memburuk dan penurunan debit air mencapai lebih dari 40 hingga 50 persen pada puncak kemarau September hingga November, status akan berubah menjadi darurat.

Baca Juga:KDS Minta Penanganan Kekeringan Dipercepat, Layanan Air Bersih Warga Tak Boleh TergangguRatusan KK di Garut Kesulitan Air Bersih, Krisis Kekeringan Kembali Melanda Desa Cintanagara

Dalam kondisi tersebut, distribusi air bersih akan semakin mengandalkan mobil tangki serta kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, BPBD, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, hingga aparatur kewilayahan.

“Kami optimistis apabila berkolaborasi dengan seluruh pihak, pelayanan kebutuhan air minum masyarakat di Kabupaten Bandung insyaallah bisa kita penuhi selama musim kemarau ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur kewilayahan, dan Perumda Air Minum Tirta Raharja untuk mengoptimalkan saluran siaga atau hotline dalam merespons laporan masyarakat terkait dampak kekeringan.

“Sejumlah OPD, aparatur kewilayahan, Perumda Air Minum Tirta Raharja tergabung dalam grup komunikasi. Hal itu menguatkan koordinasi lintas sektor, dan mempercepat tindak lanjut laporan masyarakat,” kata Dadang, Senin (20/7/2026).

0 Komentar