Siti berharap pengawasan melalui CCTV dan perawatan berkala dapat berjalan beriringan. Kedua langkah tersebut saling melengkapi untuk menjaga aset publik sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan layanan transportasi umum BisKita di Kota Bogor.
“Jangan nunggu rusaknya parah atau viral dulu baru dibenerin. Petugas juga harus rutin keliling dan langsung ambil tindakan kalau ada kerusakan kecil. Jadi kondisinya tetap bagus dan kita sebagai pengguna juga nyaman,” ucapnya.
Sementara warga lainnya yang menggunakan BisKita untuk jalan-jalan setiap akhir pekan, Zahra (22), menilai upaya menjaga kondisi halte tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah Kota Bogor.
Baca Juga:Rumah Milik Lansia di Cibalanarik Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting ListrikBentuk Karakter Anak Lewat Sepak Bola, McDonald’s Indonesia Gelar Football Clinic bersama Coach Indra Sjafri
Masyarakat sebagai pengguna fasilitas publik juga harus memiliki kesadaran untuk merawat dan tidak melakukan vandalisme maupu perusakan halte.
Zahra mengatakan pemasangan CCTV dan perawatan halte secara rutin akan lebih efektif apabila dibarengi dengan kepedulian masyarakat terhadap fasilitas umum.
“Menurut aku bukan cuma tugas pemerintah, CCTV itu kan cuman salah satau upaya pencegahan. Tapi ya kita sebagai pengguna juga harus ikut jaga. Jangan corat-coret, jangan dirusak, dan kalau lihat ada yang rusak atau ada orang vandalisme ya bisa dilaporin,” ungkap Zahra.
Ia berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas publik dapat terus meningkat sehingga kondisi halte BisKita tetap terawat dalam jangka panjang.
“Kalau semua sama-sama peduli, halte bakal lebih bersih, nyaman, kan kita juga yang diuntungkan. Pemerintah juga enggak harus terus-terusan memperbaiki kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah masyarat barengan,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengupayakan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di halte-halte BisKita.
Dengan dipasangnya CCTV, kata Jenal, diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pelaku vandalisme maupun perusakan fasilitas halte sehingga dapat ditindak sesuai ketentuan.
Baca Juga:Dugaan Salah Diagnosis, Ray Martosono Akan Gugat RS Borromeus BandungDukung Industri Manufaktur Ramah Lingkungan, PGN Area Bogor Penuhi Kebutuhan Gas Bumi Produsen Aspal
“Harus dipasang CCTV biar ketahuan dan nanti diberikan sanksi yang tegas. Kami minta Dishub untuk pengadaan CCTV nanti,” kata Jenal saat ditemui di Balai Kota Bogor pada Kamis (16/7/2026).
Meski demikian, Jenal mengatakan realisasi pemasangan CCTV tetap bergantung pada kemampuan anggaran daerah.
Apabila anggaran memungkinkan, pengadaan kamera pengawas akan segera dilakukan.
