Perekat tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai material seperti kayu, besi maupun plastik, terutama untuk penggunaan di dalam ruangan.
“Saat ini, tim peneliti juga terus mengembangkan formula perekat agar memiliki ketahanan panas yang lebih baik melalui penambahan bahan penguat (modifier). Hasil penelitian tersebut bahkan tengah dipersiapkan untuk didaftarkan sebagai hak paten,” ujarnya.
Selain memberikan pelatihan teknis, kegiatan PPM juga menghadirkan materi mengenai pengelolaan sampah secara menyeluruh. Dr. Ir. Rudi Dungani menyampaikan materi tentang Pengelolaan Sampah: Potensi dan Permasalahan. Selanjutnya Dr. Deni Nugraha, S.E., M.Si. memberikan materi mengenai Kelembagaan Pengelolaan Sampah agar masyarakat memahami pentingnya organisasi dan tata kelola dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Kekeringan, Lintas Sektor Disiagakan Hadapi Meluasnya Dampak KemarauDipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah Sekolah
Sementara itu, Dr. Ir. Tati Karliati memaparkan materi mengenai pengolahan sampah plastik, pembuatan perekat berbasis styrofoam beserta aplikasinya pada material kayu.
Setelah sesi teori, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan perekat berbasis styrofoam yang dipandu oleh Dr. Tati Karliati bersama Tim PPM ITB.
Sebanyak sekitar 40 peserta yang merupakan perwakilan masyarakat dari kalangan Kader PKK, Karang Taruna, Pengrajin bambu, dan aparatur Desa Cibeusi mengikuti pelatihan tersebut.
Diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat lainnya.
“Kami berharap setelah mendapatkan pelatihan ini masyarakat mampu mengolah sampah styrofoam menjadi produk yang bermanfaat. Selain membantu mengurangi volume sampah, produk ini juga memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan sendiri maupun dijual sehingga menambah pendapatan masyarakat,” kata Tati.
Sementara itu, Kepala Desa Cibeusi, H. Jajang, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan PPM ITB yang dinilai memberikan solusi nyata terhadap persoalan sampah plastik di wilayahnya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan PPM dari ITB ini terkait pengelolaan sampah plastik. Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Desa Cibeusi. Sampah memang menjadi momok yang menakutkan dan akan menjadi masalah jika tidak ditangani dengan serius. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap sampah plastik di Desa Cibeusi bisa berkurang bahkan memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga PendanaanKNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi Prioritas
Melalui kegiatan ini, ITB berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat terus berlanjut sehingga inovasi hasil penelitian dapat diterapkan secara nyata untuk mengurangi persoalan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produk-produk yang bernilai ekonomi.
