JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menuntaskan perubahan parsial ketiga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
Setelah proses penyesuaian anggaran selesai, ratusan miliar rupiah yang masih tersimpan di kas daerah kini siap digunakan untuk menjalankan berbagai program prioritas di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan, memastikan seluruh proses pergeseran anggaran telah rampung.
Baca Juga:Wabup Tasikmalaya Tagih Janji Gubernur, Minta Perbaikan Jalan Taraju Segera DirealisasikanJNE Gelar JLC Member Gathering Perdana di Bandung, Bekali Pelaku Usaha Strategi Bisnis dan Perluas Jejaring
Ia meminta setiap OPD segera mengeksekusi program yang telah ditetapkan agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
“Perubahan parsial tiga sudah selesai, sekarang silakan para pengguna anggaran tinggal menjalankan masing-masing program yang sudah ditetapkan,” ujar Wildan kepada wartawan, Kamis (16/7).
Dalam perubahan parsial tersebut, Pemkab Bogor mengalihkan anggaran dari sejumlah program yang batal dilaksanakan pada tahun ini ke program lain yang dinilai lebih mendesak.
Wildan menjelaskan, anggaran pembangunan hotel asrama haji senilai Rp120 miliar yang batal direalisasikan tahun ini dialihkan untuk mendukung sejumlah program pembangunan daerah.
Sebagian besar dana tersebut, yakni Rp90 miliar, digeser ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU), sementara sisanya didistribusikan ke beberapa OPD lainnya.
Selain itu, anggaran videotron juga dialihkan menyusul adanya rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dana tersebut kini digunakan untuk mendukung program di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), termasuk perbaikan atap Stadion Pakansari.
Baca Juga:Dukung Transisi Energi Nasional, Bio Farma Gandeng PGN Group Manfaatkan CNG di Fasilitas ProduksiKapolres Tasikmalaya Pererat Soliditas dengan Kodim 0612, Komitmen Jaga Keamanan Wilayah Bersama
“Karena hotel asrama haji senilai Rp120 miliar batal tahun ini, anggarannya digeser ke DPU sebesar Rp90 miliar, sisanya dicecer di dinas-dinas lain. Begitu juga dengan videotron, karena ada rekomendasi KPK, maka kegiatannya dialihkan ke Dispora, di antaranya untuk perbaikan atap Stadion Pakansari,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan kondisi keuangan daerah masih cukup kuat untuk mendukung pelaksanaan berbagai program hingga akhir tahun anggaran. Saat ini, sekitar Rp400 miliar masih tersedia di kas daerah dan siap dicairkan sesuai kebutuhan program masing-masing OPD.
Menurut Wildan, seluruh program yang telah dianggarkan, termasuk Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur Desa, tidak mengalami kendala pendanaan.
