JABAR EKSPRES – Warga Kampung Bubulak RT 001/RW 012, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor melakukan berbagai cara untuk memperolah air setelah sumur di rumah mereka mengering imbas musim kemarau dua bulan terakhir.
Mulai dari mengolah air sungai dengan cara diendapkan dan disaring, mengantre bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, hingga mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air isi ulang guna kebutuhan memasak dan minum.
Pantauan Jabar Ekspres di lokasi pada Rabu sore (15/7/2026), warga tampak berdatangan membawa berbagai wadah untuk menampung bantuan air bersih.
Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Pererat Soliditas dengan Kodim 0612, Komitmen Jaga Keamanan Wilayah BersamaKapolres Tasikmalaya Pererat Soliditas dengan Kodim 0612, Komitmen Jaga Keamanan Wilayah Bersama
Ember, gentong, baskom, hingga belasan galon kosong terlihat berjejer di sekitar selang air yang terhubung ke mobil tangki BPBD.
Di tengah antrean untuk mendapatkan air bersih, warga sekitar bernama Muti (25) tampak membawa dua baskom dan dua gentong berukuran sekitar 120 liter.
Ia sengaja membawa cukup banyak wadah agar air yang diperoleh dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah selama beberapa hari.
“Alhamdulillah sekarang dapat banyak. Tadi dapat dua gentong, terus ditambah baskom juga. Bawa dua baskom itu sengaja untuk mencuci piring, jadi tidak perlu memindahkan air lagi,” kata Muti saat mengantre air.
Muti mengalami kekeringan atau krisis air bersih sejak sekitar dua bulan lalu.
Muti mengalami krisis air bersih sejak sekitar dua bulan terakhir.
Sumur di rumahnya mulai mengering sehingga debit air yang keluar semakin kecil. Ia bahkan harus menunggu sekitar satu hingga dua jam untuk mengisi dua ember berukuran delapan liter karena aliran air dari keran yang terhubung ke sumur sangat kecil.
Kondisi tersebut membuat Muti bersama enam anggota keluarganya harus lebih menghemat penggunaan air.
Baca Juga:Dinda Kirana Tampil Beda di Wajah Cinta Yang Lain, Balas Dendam Asti Jadi Kunci Cerita Penuh EmosiSSH Rawang Ramaikan SIBS di Bandung, Kenalkan Layanan Medis Modern
Untuk mandi dan masak serta minum, mereka mengandalkan air dari sumur di MCK umum, sementara pakaian dicuci menggunakan air sungai di sekitar rumah meski kondisinya kurang bersih.
“Kalau di kamar mandi paling cuma ada satu sampai dua ember air. Setelah itu habis lagi, nunggu dua jam baru keluar lagi. Jadi kalau mandi ke MCK, kalau mencuci pakaian ke sungai,” ujarnya.
