JABAR EKSPRES– SCTV kembali menghadirkan drama terbaru yang sarat konflik emosional melalui sinetron Wajah Cinta Yang Lain. Tayang perdana sejak 6 Juli 2026, sinetron ini menyuguhkan kisah tentang cinta, pengkhianatan, hingga perjuangan seorang perempuan untuk merebut kembali hidup dan harga dirinya setelah dikhianati orang-orang terdekat.
Aktris Dinda Kirana dipercaya menjadi pemeran utama sebagai Asti, seorang perempuan yang hidupnya berubah drastis akibat pengkhianatan. Luka mendalam yang dialaminya memaksa Asti meninggalkan identitas lamanya dan menjalani kehidupan baru sebagai Ariana demi menyusun rencana membalas mereka yang telah menghancurkan hidupnya.
Meski mengusung tema balas dendam, Dinda menegaskan karakter Asti bukanlah sosok antagonis. Baginya, dendam dalam cerita ini lebih menjadi simbol perjuangan seorang perempuan yang berusaha bangkit dari keterpurukan dan mendapatkan kembali harga dirinya.
Baca Juga:SSH Rawang Ramaikan SIBS di Bandung, Kenalkan Layanan Medis ModernSop Salman Muslim Hadirkan Resep Warisan 30 Tahun dengan Cita Rasa Asia Tenggara
“Sebenarnya bukan antagonis juga ya, tapi di sini memang menariknya si tokoh utama perempuannya menonjolkan revengenya (balas dendam) untuk membalas orang-orang yang telah membuat luka yang sangat besar untuk dia,” kata Dinda dalam wawancara virtual, Kamis (9/7/2026).
Menurut Dinda, transformasi Asti menjadi Ariana menjadi titik balik yang sangat menentukan jalannya cerita. Identitas baru tersebut bukan sekadar penyamaran, melainkan strategi yang disusun Asti agar bisa menghadapi orang-orang yang telah mengkhianatinya.
Ia mengungkapkan, sosok Bima menjadi alasan terbesar Asti menjalankan misinya. Sementara kehadiran Davin justru membawa perubahan besar dalam dirinya hingga menjadi perempuan yang lebih percaya diri dan memiliki kekuatan untuk melawan masa lalu.
“Justru Bima ini tujuan utama Asti untuk revenge dan berubah total menjadi Ariana. Dan lewat Davin aku bisa menjadi wanita yang powerful,” ujarnya.
Dalam sinetron tersebut, karakter Bima diperankan Andri Mashadi. Ia menggambarkan Bima sebagai seorang suami yang memiliki ambisi besar untuk membuktikan dirinya layak menjadi kepala keluarga. Namun, keinginannya mencari pengakuan justru menjadi bagian penting dari konflik yang berkembang sepanjang cerita.
“Bima adalah seorang suami dan kepala keluarga yang masih ingin membuktikan dirinya, mencari validasi bahwa dia mampu menjadi laki-laki yang seutuhnya, yang mampu berdaya untuk istri dan keluarganya,” kata Andri.
