JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berupaya menyelaraskan SMK Manusia Unggul (Maung) dengan Dunia Industri. Tujuannya, agar lulusan yang dicetak makin selaras dengan kebutuhan dunia Industri saat ini.
Setidaknya ada 26 perusahaan yang menjalin kolaborasi dalam upaya Link and Match itu. Mereka menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan 13 SMK Maung, Senin (13/7).
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi dalam mewujudkan Jawa Barat Istimewa. Termasuk dalam dunia pendidikan, kolaborasi itu salah satunya diwujudkan dengan para pengusaha.
Baca Juga:Pergunu Jabar Kritik Program Sekolah MaungKomisi V DPRD Jabar Soroti Seleksi Sekolah Maung: Gagasan Baik, Implementasi Masih Bermasalah
Seperti yang dilakukan kali ini. “Tujuanya adalah memperkuat link and match antara SMK dan dunia industri. Kami harap sinergi ini terus berkembang. Kolaborasi penting. Jabar Istimewa butuh kolaborasi,” cetusnya.
Herman melanjutkan, Jawa Barat bakal menghadapi peluang tapi sekaligus tantangan serius dalam beberapa waktu ke depan. Ini kaitannya dengan bonus demografi Jawa Barat.
Populasi tinggi, masyarakat terus tumbuh termasuk nanti usia-usia produktif jebolan SMK SMK ataupun Perguruan Tinggi. Kalau tidak disiapkan dari sekarang, kekuatan ini justru akan jadi bumerang karena malah meninggikan angka pengangguran.
“Menurut kami, lulusan SMA dan SMK harus memiliki tiga pilihan masa depan, yaitu melanjutkan pendidikan, bekerja, atau berwirausaha. Tidak boleh menganggur,” terangnya.
Kadisdik Jabar Purwanto menambahkan, kolaborasi yang dibangun antara SMK Maung dengan dunia Industri itu punya tujuan jelas. Yaitu menyelaraskan pembelajaran di SMK dengan kebutuhan dunia kerja. “Jadi nanti lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.
Setidaknya saat ini, program Sekolah Maung mencakup 13 SMK dengan 99 konsentrasi keahlian. Ini sebenarnya didukung 1.123 industri potensial serta 29 perguruan tinggi di Jawa Barat. Aspek aspek ini sebenarnya siap memperkuat pengembangan pendidikan vokasi di Jawa Barat. (son)
