Di balik penampilan yang sukses mengundang decak kagum di atas panggung, ada hari-hari panjang yang harus dilalui para penari Sanggar Tari Mutiara Cimahi. Waktu mereka nyaris habis untuk berpindah dari satu ruang latihan ke ruang latihan lainnya. Bukan hanya mengejar satu target, tetapi beberapa pertunjukan sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
Rutinitas itu berlangsung hampir tanpa jeda. Sejak siang hingga larut malam, energi mereka benar-benar terkuras demi menyempurnakan setiap penampilan.
“Dari misalnya, jam 1 sampai jam 3 ada latihan event show Tari Sendratari, kemudian jam 3 lanjut ke jam 6 ada latihan event show modern dance, kemudian dari jam 6 misalnya sampai jam 9 malam, 10 malam baru kita ada latihan untuk kompetisi,” ungkap Syntya.
Baca Juga:Dipicu Api dari Tungku Tradisional, Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di CineamDipicu Api dari Tungku Tradisional, Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Cineam
Padatnya jadwal latihan dan berbagai agenda pertunjukan membuat para penari Sanggar Tari Mutiara nyaris tak memiliki waktu untuk beristirahat. Kondisi itu bahkan sempat membuat tim mempertimbangkan untuk menghentikan persiapan menuju kompetisi.
“Jadi bener-bener anak-anak itu enggak ada untuk istirahat, makanya kita tuh bener-bener mikir-mikir dulu tuh di awal apakah mau dilanjut atau enggak. Tapi demi dan menguatkan anak-anak juga pada akhirnya kita bisa melewati masa proses itu,” kata Syntya.
Bagi Syntya, target utama Sanggar Tari Mutiara sejak awal bukan sekadar mengejar gelar juara. Mereka hanya ingin menyuguhkan penampilan yang mampu meninggalkan kesan bagi penonton sekaligus menunjukkan bahwa Sanggar Tari Mutiara tetap eksis dan mampu bersaing di berbagai kompetisi tari di Jawa Barat.
Namun, usaha yang dibangun lewat proses panjang itu berbuah lebih dari yang mereka bayangkan. Penampilan yang dipersiapkan dengan sepenuh hati justru mengantarkan mereka meraih gelar tertinggi di ajang tersebut.
“Dan ya alhamdulillah kita dapat rezeki, dapat bonus bisa menjadi juara satu,” ungkap Syntya penuh rasa syukur.
Respons penonton dan dewan juri pun menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi seluruh tim. Sejak penampilan dimulai, Syntya melihat salah seorang juri langsung merekam aksi mereka, sementara sorakan penonton terus menggema memenuhi ruangan.
Meski mendapat sambutan yang begitu meriah, Syntya mengaku timnya tidak pernah merasa menjadi yang paling unggul. Baginya, sejak awal mereka hanya ingin memberikan penampilan terbaik yang mampu meninggalkan kesan bagi siapa pun yang menyaksikan.
