Dipicu Api dari Tungku Tradisional, Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Cineam

Api menjalar hanguskan rumah warga di Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Foto/Video : Damkar Kabupaten T
Api menjalar hanguskan rumah warga di Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Foto/Video : Damkar Kabupaten Tasikmalaya
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kebakaran melanda dua rumah warga di Kampung Sukamulya RT 25/RW 08, Desa Cineam, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 18.35 WIB. Satu rumah ludes terbakar, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan akibat kobaran api.

Ketua Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, saat dikonfirmasi Jumat (10/7/2026) mengatakan, berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kebakaran diduga bermula dari api tungku tradisional yang membesar di luar kendali.

“Api diduga berasal dari tungku tradisional yang kemudian merambat ke bagian bangunan rumah. Karena material bangunan mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan sempat mengancam rumah di sekitarnya,” ujar Jembar.

Baca Juga:Co,ma Coffee Matter Hadirkan Deretan Menu Baru, Butter Tteok Empat Varian Andalan Pecinta Bakery di BandungRebranding Jadi Alaiya, Ratri Wijaya Hadirkan Daily Wear Nyaman dan Ajak UMKM Lokal Naik Kelas

Ia menjelaskan, akibat kejadian tersebut satu unit rumah mengalami kerusakan berat hingga 100 persen terbakar, sedangkan satu unit rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Fokus kami bersama seluruh unsur saat kejadian adalah melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke rumah warga lainnya,” katanya.

Jembar menuturkan, proses penanganan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Polsek Cineam, Koramil, Kasi Trantib, aparat Kecamatan Cineam, Damkar Kabupaten Tasikmalaya, BPBD, TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB), pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Jembar juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau seperti saat ini. Kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api lebih mudah membesar dan merambat ke bangunan maupun lahan di sekitarnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api, baik untuk memasak dengan tungku tradisional, membakar sampah, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Di musim kemarau seperti sekarang, sedikit kelalaian saja bisa berakibat fatal,” tegas Jembar.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang bergerak cepat membantu proses pemadaman maupun penanganan pascakebakaran. (Hendi)

0 Komentar