Pedagang di Pasar Jambu Dua Bawa Kipas Sendiri, Minta Pengelola Cepat Fasilitasi

Salah satu pedagang menyediakan kipas angin sendiri di tempatnya berjulan pada area kuliner Lantai 2 Pasar Jam
Salah satu pedagang menyediakan kipas angin sendiri di tempatnya berjulan pada area kuliner Lantai 2 Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

Bimbi menambahkan, pada awal pembukaan kiosnya, jumlah meja dan kursi juga masih terbatas yang membuat pengunjung berebut tempat duduk.

Demi memberikan kenyamanan untuk pelanggan, Bimbi akhirnya memutuskan nyewa empat kios. Selain digunakan sebagai dapur dan gudang, dua kios lainnya difungsikan khusus sebagai area makan pelanggannya.

“Karena pas awal buka kami lihat ini meja kursi masih terbatas nih, kami antisipasi lah kalau ramai jadi sengaja sewa beberapa kios supaya pelanggan tetap bisa makan dengan nyaman. Kalau mengandalkan meja dan kursi dari pengelola pasar itu sempat kurang, jadi kami inisiatif sendiri,” katanya.

Baca Juga:Persib Ungkap Proses Rekrut Sandy Walsh dan Luka Menalo, Isyaratkan Transfer Belum SelesaiKios Liar di Area Masjid Agung Tasikmalaya Dibongkar, Pedagang Mulai Tinggalkan Lokasi

Sementara itu, penjaga kios minuman teh, Yoga (25) menyebut membawa kipas angin sendiri dari rumah karena area berjualan dirasa panas.

Tak hanya itu, pihak pengelola tenant tempatnya bekerja juga menyewa satu kios tambahan untuk dijadikan area duduk pelanggan karena fasilitas meja dan kursi yang tersedia dinilai belum memadai.

“Ya memang repot bawa kipas sendiri, tapi demi pelanggan supaya enggak kepanasan. Kami juga sewa satu kios tambahan buat tempat duduk pengunjung. Enggak apa-apa biaya sewanya jadi lebih besar, yang penting pelanggan nyaman. Daripada nunggu fasilitas meja dan kursinya lengkap, ya kami inisiatif dulu,” kata Yoga saat ditemui di Pasar Jambu Dua lantai 2, Kota Bogor, Minggu.

Adapun Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memastikan penambahan fasilitas di area kuliner lantai 2 Pasar Jambu Dua tengah dipersiapkan.

“Memang sedikit agak panas ketika para pengunjung ingin bersantai sambil menikmati kuliner. Seharusnya memang ditambah beberapa blower, termasuk meja makan dan kursi. Ini sedang dipersiapkan dan sedang di-order oleh pihak ketiga, baik blower, kursi maupun meja,” kata Jenal dikutip Minggu (5/7/2026).

Selain itu, Ia juga meminta pengelola segera menyediakan area khusus merokok agar pengunjung tidak terganggu asap rokok.

“Saya juga berpesan agar dipisahkan area smoking khusus. Boleh tetap ada ruang merokok, tetapi harus dipisahkan dengan area non-smoking supaya lebih nyaman bagi masyarakat, terutama yang membawa anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga:Pengaspalan di Area Alun-Alun Singaparna Dimulai, Ratusan Lapak Pedagang di Bahu Jalan DitertibkanRumor Osmar Vieira ke Persib Mencuat, Benarkah Pangeran Biru Siapkan Peran Baru untuk Eks Pelatih Persepolis?

Jenal menambahkan, lantai 2 Pasar Jambu Dua yang kini menjadi sentra kuliner baru berhasil menarik minat masyarakat. Tingginya antusiasme tersebut membuat seluruh kios dan los di area itu telah terisi penuh maupun dipesan oleh para pelaku usaha.

0 Komentar