Pedagang di Pasar Jambu Dua Bawa Kipas Sendiri, Minta Pengelola Cepat Fasilitasi

Salah satu pedagang menyediakan kipas angin sendiri di tempatnya berjulan pada area kuliner Lantai 2 Pasar Jam
Salah satu pedagang menyediakan kipas angin sendiri di tempatnya berjulan pada area kuliner Lantai 2 Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah pedagang di area kuliner lantai 2 Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, berharap penambahan fasilitas pendukung seperti blower, kipas angin, meja, kursi, dapat segera direalisasikan.

Penjaga kios photobooth, Mutiara (20), mengatakan kondisi di lantai 2 masih terasa cukup panas karena hanya mengandalkan kipas angin tanpa didukung blower.

Sejak menjaga kios pada akhir Mei, Mutiara mengatakan kipas angin dari pihak pengelola baru dipasang sekitar dua pekan terakhir dengan jumlah yang masih terbatas.

Baca Juga:Persib Ungkap Proses Rekrut Sandy Walsh dan Luka Menalo, Isyaratkan Transfer Belum SelesaiKios Liar di Area Masjid Agung Tasikmalaya Dibongkar, Pedagang Mulai Tinggalkan Lokasi

Ia bahkan berinisiatif membawa kipas angin sendiri agar pengunjung maupun dirinya saat menjaga kios merasa lebih nyaman, karena kipas yang disediakan pengelola dinilai belum cukup menjangkau seluruh area dan belum mampu meredam hawa panas di lantai 2.

“Walaupun saya jaga kios photobooth yang pengunjungnya enggak harus duduk lama seperti di tenant makanan, tetap saja kalau panas jadi enggak nyaman. Orang mau foto juga biasanya pakai makeup, kalau panas pasti enggak nyaman itu, terus kalau harus antre dalam kondisi panas juga kan kasihan,” kata Mutiara saat ditemui di Pasar Jambu Dua lantai 2, Kota Bogor, Minggu (5/7/2026).

Selain itu, Mutiara juga menilai jumlah meja dan kursi yang tersedia masih belum mencukupi, terutama bagi pengunjung yang membeli makanan untuk makan di tempat.

Bahkan, kursi di kios photobooth tempatnya berjaga kerap digunakan pengunjung yang kesulitan mendapatkan tempat duduk untuk menyantap makanan.

“Masih kurang sih tempat duduknya. Saya sering ngalah, kursi di kios dipakai dulu sama pengunjung yang beli makanan karena kasihan juga kalau mereka makan tapi harus berdiri. Memang meja dan kursinya masih kurang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan penjaga kios Mi Nyemek, Bimbi (28). Menurutnya, fasilitas dasar yang diberikan pengelola sudah cukup baik, namun area kuliner masih membutuhkan sistem sirkulasi udara yang lebih maksimal.

Ia juga mengaku harus membawa kipas angin sendiri untuk membantu mengurangi hawa panas di dalam kios.

Baca Juga:Pengaspalan di Area Alun-Alun Singaparna Dimulai, Ratusan Lapak Pedagang di Bahu Jalan DitertibkanRumor Osmar Vieira ke Persib Mencuat, Benarkah Pangeran Biru Siapkan Peran Baru untuk Eks Pelatih Persepolis?

“Kalau menurut saya, di sini memang seharusnya ada blower. Soalnya hampir semua tenant memasak, jadi udara panasnya bisa terangkat. Kalau cuma pakai kipas, rasanya masih kurang, makanya saya bawa tambahan kipas angin juga ini,” ujar Bimbi saat ditemui di Pasar Jambu Dua lantai 2, Kota Bogor, Minggu.

0 Komentar