Pascakasus YTR, Diskominfo Kabupaten Bandung Ingatkan Remaja Waspada Bahaya Pergaulan di Media Sosial

Pascakasus YTR, Diskominfo Kabupaten Bandung Ingatkan Remaja Waspada Bahaya Pergaulan di Media Sosial
Ilustrasi media sosial. Dok. Pixabay
0 Komentar

“Batasi privasi akun Anda, jangan pernah memberikan data sensitif kepada siapa pun yang baru dikenal secara online, dan beranikan diri untuk memblokir interaksi jika orang tersebut mulai menanyakan hal-hal yang terlalu pribadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Teguh mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keamanan apabila memutuskan bertemu langsung dengan seseorang yang baru dikenal melalui media sosial.

“Jika memang memutuskan untuk bertemu dengan teman yang baru dikenal lewat media sosial, pilih tempat publik yang ramai dan terang pada siang hari. Jangan pernah mau diajak ke tempat sepi,” ujarnya.

Baca Juga:RSHS Jelaskan Luka YTR Cukup Berat Usai Dianiaya dan Disekap Taufik Hidayat Terungkap! Taufik Hidayat Tega Aniaya dan Sekap YTR Sejak Mei 2024

Selain itu, ia menyarankan agar pertemuan tidak dilakukan seorang diri. Menurutnya, membawa teman atau anggota keluarga serta memberi tahu orang tua mengenai lokasi dan waktu pertemuan merupakan langkah sederhana yang dapat meminimalkan risiko.

Sebagai langkah pencegahan, Diskominfo Kabupaten Bandung terus memperkuat program literasi digital melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Teguh mengatakan penguatan tersebut diintegrasikan dengan semangat PP Tunas sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda.

“Melalui sinergi dengan inisiatif PP Tunas, kami akan memasukkan kurikulum Digital Safety dan Digital Ethics ke dalam program literasi digital terkait pembinaan anak-anak dan remaja. Artinya, etika dan perlindungan yang ditanamkan tidak hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga menjadi tameng mereka saat berselancar di dunia maya,” jelasnya.

Ia menambahkan, Diskominfo juga menggandeng Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), pegiat literasi digital, Dinas Pendidikan, serta sejumlah perangkat daerah lainnya untuk memperkuat upaya pencegahan secara terpadu.

Di sisi lain, Teguh menekankan pentingnya peran keluarga dalam melindungi anak dari ancaman di ruang digital. Ia meminta para orang tua membangun komunikasi yang terbuka agar anak tidak ragu menceritakan pengalaman mereka di media sosial.

“Pesan saya kepada para orang tua di Kabupaten Bandung, jadilah ‘sahabat digital’ bagi anak, bukan sekadar ‘polisi digital’. Mengawasi bukan berarti mengekang, melainkan membangun komunikasi yang terbuka,” katanya.

Baca Juga:Keluarga YTR Korban Penyekapan Bersyukur Taufik Ditangkap, Fokus Pulihkan Kondisi KorbanDiduga Ada Korban Lain Selain YTR, Polda Jabar Terus Dalami Kasus Penganiayaan Berat dan Penyekapan

Ia berharap para orang tua dapat meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak mengenai aktivitas mereka di dunia maya, memberikan pemahaman mengenai batasan yang aman, sekaligus menciptakan suasana yang membuat anak nyaman bercerita apabila menghadapi ancaman di media sosial tanpa takut dihakimi.

0 Komentar