Pengamat Soroti Penertiban Cuanki Pusdai : Ikon Kuliner Terbentur Aturan

Pengamat Soroti Penertiban Cuanki Pusdai : Ikon Kuliner Terbentur Aturan
Ilustrasi: Pedagang cuanki di sekitar pusdai, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Yang datang ke sana bukan hanya warga sekitar. Banyak wisatawan dari luar kota yang sengaja mencari pengalaman kuliner khas Bandung. Artinya, ada nilai ekonomi kota yang terbentuk dari aktivitas tersebut,” katanya.

Karena itu, ia menyarankan Pemkot Bandung mencari titik temu antara kepentingan penataan kota dan pengembangan ekonomi lokal. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah penataan kawasan secara khusus dengan konsep sentra kuliner yang lebih tertib, aman, dan sesuai regulasi.

“Jangan sampai kita kehilangan aset ekonomi yang sudah terbentuk secara organik. Tantangannya adalah bagaimana menata tanpa mematikan. Kota-kota besar di dunia juga menghadapi persoalan serupa, yakni menyeimbangkan ketertiban ruang publik dengan keberlangsungan ekonomi rakyat,” tuturnya.

Baca Juga:Farhan Larang Pedagang Cuanki Berjualan di Depan Pusdai, Penertiban DisiapkanPengamat Soal Fenomena Pedagang Cuanki Pusdai: Cermin Tata Kelola Ruang Publik Tidak Konsisten

Menurut Adib, keberhasilan kebijakan nantinya akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah menghadirkan solusi yang mampu menjawab kedua kepentingan tersebut secara bersamaan, yakni menjaga ketertiban kota tanpa menghilangkan sumber penghidupan masyarakat dan daya tarik wisata kuliner yang telah melekat di kawasan Pusdai. (Dam)

0 Komentar