JABAR EKSPRES – Upaya mewujudkan kemandirian daerah masih menjadi tantangan bagi Kota Cimahi. Keterbatasan sumber pendapatan dinilai menjadi salah satu hambatan dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cimahi, Hendra Gunawan, mengatakan ukuran kemandirian daerah dapat dilihat dari kemampuan fiskalnya.
Persoalannya, Cimahi tidak memiliki kekayaan sumber daya alam yang lazim menjadi penopang pendapatan daerah di sejumlah wilayah lain.
Baca Juga:Kemarau Mulai Berdampak, Lebih dari 1.200 Warga Bogor Alami Krisis Air BersihKorsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu, Dua Rumah di Salawu Hangus Dilalap Si Jago Merah
Kondisi tersebut menuntut pemerintah kota mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru agar tidak bergantung pada skema pendapatan yang terbatas dan transfer dari pemerintah pusat maupun provinsi.
“Kita fiskalnya, Kota Cimahi yang tidak mempunyai sumber daya alam, tapi mempunyai sumber daya manusia, dan kemungkinan besar nanti akan ada sumber daya buatan,” kata Hendra, Senin (22/6/2026).
Kondisi tersebut membuat Cimahi harus bertumpu pada sektor jasa dan ekonomi kreatif sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah didorong mampu mengoptimalkan potensi sumber daya manusia, inovasi, dan kewirausahaan masyarakat sebagai sumber kekuatan baru.
Menurut Hendra, pola pikir kewirausahaan harus menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan apabila Cimahi ingin memperkuat kemandiriannya.
Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pola kerja birokratis, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang ekonomi yang berdampak pada peningkatan pendapatan daerah.
“Cimahi sebagai kota jasa, tapi tidak seperti kabupaten kota sekitarnya yang PAD-nya kecil. Jadi, harus memiliki jiwa memiliki pemerintahan yang entrepreneurship, kewirausahaan, dan sebagainya,” imbuhnya.
Baca Juga:Masuk Tiga Besar Fortune Asia Tenggara, Pertamina Tegaskan Komitmen Ketahanan EnergiPiala Kapolres Cup Kicau Mania Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80, Ratusan Peserta Ramaikan 14 Kelas Lomba
Selain aspek ekonomi, Hendra juga menilai semangat kemandirian perlu dibangun dari tingkat masyarakat.
Ia menyoroti budaya gotong royong yang dinilai semakin melemah sejak perubahan sosial yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.
Menurutnya, upaya menghidupkan kembali partisipasi masyarakat menjadi salah satu langkah yang tengah didorong pemerintah melalui berbagai program pemberdayaan.
“Jadi, di sini ditumbuh kembangkan lagi harus ada swadaya dan sebagainya. Tapi dengan kondisi sejak tahun ’97, gotong royong juga sudah berkurang, tapi saat ini dengan PPM kita coba lagi untuk gotong royong itu ada kembali,” tutut Hendra.
Di sisi lain, kalangan akademisi menilai gagasan kewirausahaan pemerintahan bukanlah konsep baru.
