Setelah mendapatkan penanganan cepat dari tim medis RSUD KHZ Musthafa, kondisi ayahnya berangsur membaik dalam waktu singkat.
“Alhamdulillah sekitar satu jam setelah mendapatkan terapi, ayah saya sudah mulai bisa berbicara lagi dan merespons seperti biasa,” ungkapnya.
Hal serupa dialami Nyonya S (35), warga Kecamatan Ciawi, yang berhasil selamat setelah mengalami serangan stroke untuk kedua kalinya dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga:Persebaya Rayakan Hari Jadi ke-99 dengan Semangat 'Persebaya untuk Semua'Genjot Serapan Telur dan Ayam untuk Program MBG, Harga Peternak Mulai Terdongkrak
“Saya kira tidak akan sadar lagi. Alhamdulillah setelah dibawa ke sini dan mendapatkan pengobatan, tidak lama kemudian saya mulai sadar kembali,” tuturnya.
Dokter Spesialis Neurologi RSUD KHZ Musthafa, dr. Bili Muchamad Ramdani, menjelaskan salah satu pasien yang berhasil ditangani datang pada dini hari dengan kondisi kelemahan anggota gerak sebelah kanan disertai penurunan kesadaran.
Menurutnya, Tim Code Stroke langsung bergerak melakukan pemeriksaan menyeluruh dalam waktu kurang dari 30 menit sebelum terapi trombolisis diberikan.
“Perbaikannya sangat signifikan. Dalam satu hingga dua jam setelah pemberian obat, fungsi tubuh pasien mulai kembali membaik dan gejala stroke berkurang secara nyata,” jelas dr. Bili.
Sementara itu, Dokter Spesialis Saraf RSUD KHZ Musthafa, dr. Indra Gunawan, menegaskan bahwa keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada kesiapan rumah sakit, tetapi juga kecepatan keluarga membawa pasien ke fasilitas kesehatan saat gejala stroke muncul.
Menurutnya, dua pasien yang berhasil ditangani datang dengan gejala khas stroke akut berupa kelumpuhan mendadak pada anggota gerak serta gangguan bicara.
“Keberhasilan penanganan stroke adalah kerja bersama. Kesadaran keluarga untuk segera membawa pasien ke rumah sakit menjadi faktor yang sangat menentukan selain kesiapan tim medis,” kata dr. Indra.
Baca Juga:Freeport Percepat Perpanjangan Izin Tambang, Draf Divestasi Saham Sudah Diserahkan ke Pemerintah3 Kecamatan di Kabupaten Bogor Dilanda Kekeringan, Ribuan Jiwa Terdampak
Ia menambahkan, sistem Code Stroke yang diterapkan RSUD KHZ Musthafa membuat seluruh dokter dan tenaga kesehatan terkait siaga selama 24 jam sehingga pasien dapat memperoleh terapi dalam masa emas penanganan atau golden period kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.
Dengan hadirnya layanan trombolisis tersebut, masyarakat Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur kini memiliki akses terhadap penanganan stroke akut yang lebih cepat dan sesuai standar medis.
