NPCI KBB Soroti Minimnya Dukungan Atlet Disabilitas

Jaenal Arifin atlet NPCI berhasil mengharumkan nama Indonesia dan Kabupaten Bandung Barat usai meraih podium
Jaenal Arifin atlet NPCI berhasil mengharumkan nama Indonesia dan Kabupaten Bandung Barat usai meraih podium juara kedua pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 di Tunisia. Dok Instagram zeynmuhammad88
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Momentum HUT ke-19 KBB dimanfaatkan NPCI Kabupaten Bandung Barat untuk kembali menekankan pentingnya perhatian terhadap olahraga disabilitas.

Di tengah peringatan tersebut, NPCI KBB menyoroti perlunya dukungan lebih serius dari pemerintah daerah dalam pengembangan atlet disabilitas, mulai dari penguatan anggaran hingga penyediaan fasilitas yang lebih ramah dan aksesibel.

Wakil Sekretaris National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) KBB, Acep Kurnia, menyampaikan bahwa dukungan tersebut menjadi faktor penting agar para atlet disabilitas dapat terus berkembang dan berprestasi di berbagai ajang kompetisi.

Baca Juga:Satpol PP Tertibkan PKL di Depan Masjid Besar Singaparna, Trotoar Disterilkan untuk Proyek PerbaikanSudah ke Jakarta Fair? Jangan Lewatkan Produk UMKM Lokal di Bright Store by Pertamina

“Sebagian besar atlet disabilitas sangat bergantung pada dunia olahraga sebagai ruang pengembangan diri sekaligus sumber penghidupan,” ujar Acep, Jumat (19/6/2026).

Ia juga mengingatkan kembali komitmen yang pernah disampaikan Bupati KBB, Jeje Ritchie Ismail bersama Wakil Bupati Asep Ismail, terkait peningkatan kualitas olahraga di daerah.

Meski memahami adanya kebijakan efisiensi anggaran, Acep menegaskan bahwa kebutuhan atlet disabilitas memiliki kondisi yang berbeda dan memerlukan perhatian khusus.

“Kalau tidak didampingi organisasi, sebagian dari mereka hanya bisa mengandalkan penghasilan dari mengamen atau jualan kecil-kecilan. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan,” sambungnya.

Acep mencontohkan daerah lain yang dinilai lebih maju dalam pembinaan olahraga disabilitas, seperti Kabupaten Bogor yang sudah memiliki Sekolah Olahraga Disabilitas (SOD) untuk mencetak atlet secara berkelanjutan.

Sementara itu, ia menyoroti masih terbatasnya fasilitas ramah disabilitas di Kabupaten Bandung Barat, termasuk akses gedung dan ruang publik yang belum sepenuhnya mendukung.

Ia juga mengungkapkan pengalaman kurang menyenangkan saat Ketua NPCI KBB pengguna kursi roda tidak dapat mengakses ruang rapat karena terhalang tangga.

Baca Juga:Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Bogor Normalisasi Irigasi untuk Selamatkan 800 Hektare SawahCungkil Kaca Dapur, Maling Gondol Uang dan Tablet Kasir Kafe di Cibinong

“Masih banyak hotel dan fasilitas umum yang belum aksesibel. Ini jauh berbeda dengan daerah lain seperti Kota Bandung yang sudah lebih maju dalam hal ini,” tuturnya.

Acep berharap momen peringatan hari jadi KBB menjadi titik balik bagi pemerintah daerah untuk lebih serius membangun ekosistem olahraga inklusif serta memberikan ruang yang lebih layak bagi atlet disabilitas untuk berprestasi.

“Harapan kami, ke depan pemerintah bisa benar-benar menghadirkan kebijakan yang berpihak, agar atlet disabilitas di KBB tidak hanya diperhatikan, tetapi juga diberdayakan secara nyata,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar