Hilirisasi Mengubah Wajah Ekonomi Indonesia

Biji Nikel
Hiirisasi mineral juga bukan hanya soal nikel, tembaga, timah, atau bauksit. Tapi yang sedang dipertaruhkan adalah apakah kekayaan alam yang tersimpan di dalam perut bumi benar-benar mampu mengubah kualitas hidup manusia yang tinggal di atasnya.
0 Komentar

Sementara itu, Maluku Utara mencatat investasi Rp25,2 triliun atau sekitar 5 persen dan berada di posisi keenam. Kedua daerah tersebut kini berkembang sebagai pusat pengolahan nikel sekaligus ekosistem baterai kendaraan listrik.

Nilai Tambah

Perubahan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak lagi selalu berpusat di kota-kota besar. Daerah yang selama ini dikenal sebagai penghasil bahan mentah mulai memiliki kesempatan menjadi pusat industri yang menciptakan nilai tambah.

Hilirisasi pun diharapkan menjadi lebih manusiawi. Ketika investasi datang ke daerah, yang bergerak bukan hanya mesin-mesin produksi.

Baca Juga:Menjadikan Indonesia Brankas Emas Dunia31.548 Sertifikat Halal untuk Desa Wisata

Warung makan memperoleh pelanggan baru, pengusaha UMKM menemukan pasar yang lebih luas, jalan diperbaiki, sekolah berkembang, rumah-rumah disewa pekerja, dan roda ekonomi lokal ikut berputar.

Pertumbuhan ekonomi akhirnya memiliki wajah yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Perubahan lain juga tampak dari struktur investasi nasional. Subsektor industri logam dasar dan barang logam kini mencatat realisasi investasi sebesar Rp69,4 triliun atau sekitar 14 persen dari total investasi nasional.

Nilai ini bahkan melampaui sektor pertambangan yang mencapai Rp51,9 triliun. Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa orientasi pembangunan mulai bergerak dari kegiatan mengambil sumber daya menuju kegiatan menciptakan nilai tambah melalui proses industri.

Meski demikian, perjalanan menuju hilirisasi yang ideal masih panjang. Investasi yang besar harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia, perlindungan lingkungan, penguatan teknologi nasional, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Tanpa itu semua, hilirisasi hanya akan menjadi perpindahan lokasi industri tanpa menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Oleh karena itu, ketika pemerintah menyampaikan komitmen untuk memperluas hilirisasi ke berbagai komoditas strategis lain seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut, maka ini menjadi kabar baik bagi upaya pembangunan rantai industri baru.

Baca Juga:ETLE Gunakan Biometrik WajahBRI Hormati Aspirasi, Proses Penyelesaian Kredit dan Lelang Agunan Telah Dilaksanakan Sesuai Ketentuan

Selain juga mulai tertatanya fondasi ekonomi yang lebih beragam, lebih tangguh, dan lebih mampu menjawab tantangan masa depan.

Target investasi nasional sebesar Rp2.322 triliun pada 2027, meningkat 13,8 persen dibandingkan target 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun, tentu menjadi angka yang penting.

Namun, yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa setiap investasi benar-benar meninggalkan jejak berupa pengetahuan, kesempatan, dan kesejahteraan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

0 Komentar