Edukasi Makan Sehat Sejak Dini, DKPP Kota Bandung Gencarkan Program Mabar B2SA untuk Siswa SD

Edukasi Makan Sehat Sejak Dini, DKPP Kota Bandung Gencarkan Program Mabar B2SA untuk Siswa SD
Pelajar sekolah dasar mendengarkan penjelasan dari penyuluh saat mengikuti sosialisasi makan benar beragam di SDN 166, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung terus mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pola makan sehat melalui program Makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (Mabar B2SA). Program ini menyasar siswa sekolah dasar sebagai upaya membangun kebiasaan konsumsi pangan sehat sejak usia dini.

Kepala Bidang Distribusi dan Konsumsi Pangan DKPP Kota Bandung, Gustinauly, mengatakan program Mabar B2SA merupakan bagian dari visi dan misi Pemerintah Kota Bandung dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan Mabar B2SA yang menargetkan anak-anak sekolah dasar. Kami berharap pendidikan mengenai pola makan yang benar, bergizi, beragam, sehat, seimbang, dan aman dapat dipahami sejak dini,” ujarnya, Kamis (18/6).

Baca Juga:Soal Pemadaman Listrik Bergilir di Bandung, Ini Kata PLNRibuan Mahasiswa di Bandung Geruduk Gedung DPRD Jabar, Ini Poin Tuntutannya! 

DKPP Kota Bandung menargetkan sebanyak 2.500 siswa SD mengikuti program tersebut. Hingga saat ini, sekitar 1.600 siswa telah mendapatkan edukasi melalui empat gelombang kegiatan yang telah dilaksanakan. Sementara itu, sisa peserta akan mengikuti kegiatan setelah masa libur sekolah berakhir.

Menurut Gustinauly, antusiasme peserta cukup tinggi. Namun, masih banyak anak yang belum memahami pentingnya mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Kebiasaan makan yang hanya berfokus pada sumber karbohidrat masih kerap ditemukan.

“Melalui program ini kami mengedukasi bahwa dalam satu piring makanan harus terdapat karbohidrat, protein, sayuran, dan unsur gizi lainnya. Jadi tidak hanya mengandalkan nasi atau sumber karbohidrat saja,” katanya.

Selain mengenalkan konsep gizi seimbang, program Mabar B2SA juga memberikan pemahaman mengenai dampak konsumsi gula dan makanan tinggi garam secara berlebihan. Edukasi dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak.

DKPP berharap pengetahuan yang diberikan dapat membantu anak-anak mengenali makanan yang baik untuk dikonsumsi dan yang perlu dibatasi.

Dengan demikian, mereka dapat membangun pola hidup sehat sejak dini sekaligus mengurangi kebiasaan mengonsumsi jajanan yang kurang sehat.

Gustinauly menambahkan, pola makan yang kurang baik masih menjadi salah satu penyebab berbagai masalah kesehatan pada anak. Gangguan kesehatan gigi akibat konsumsi makanan manis berlebihan serta diare akibat jajanan yang kurang higienis menjadi masalah yang paling sering ditemukan.

0 Komentar