Karena itulah Solusi yang diambil Adalah dengan mendistribusikannya ke sekolah swasta. “solusi yang akan ditempuh adalah dengan cara penyaluran mereka yang tidak diterima di sekolah negeri ke sekolah-sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat,” katanya, Sabtu (13/6) malam.
Purwanto melanjutkan, melalui skema itu nantinya beban biaya pendidikan seperti dana sumbangan pendidikan atau DSP dan sumbangan pembinaan pendidikan yang sering kita sebut SPP akan disubsidi oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Pelaksanaannya disesuaikan dengan skala prioritas dan kapasitas fiskal daerah yang disepakati oleh kedua belah pihak, baik pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama,” bebernya.
Menurut Purwanto, peluang jumlah siswa yang tak tertampung di sekolah negeri itu juga tidak sedikit. Anggkanya tembus 70 ribu.
Baca Juga:Nonton Piala Dunia 2026 Makin Mudah, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Akses 104 Laga hingga Paket Mulai Rp25 RibuDana Haji Rp180 Triliun Dikelola BPKH, Revisi UU Dinilai Perkuat Tata Kelola dan Tingkatkan Manfaat
Terkait komunikasi dengan pihak sekolah swasta, itu telah dilakukan di Tingkat Cabang Dinas. “Mengenai sekolah swasta yang bekerja sama ini memang dilakukan antara cabang dinas dengan sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya. Jadi nanti cabang dinas itu beberapa sudah menyodorkan dan sudah melakukan komunikasi langsung memang dengan pihak sekolah,” cetusnya.
Purwanto menambahkan, komunikasi juga masih terus berlangsung. “Sampai hari ini juga pihak cabang dinas terus berkomunikasi untuk daerah-daerah yang padat penduduknya di mana siswa-siswanya itu masih banyak yang tidak tertampung di sekolah negeri. Sampai sore ini kami terus melakukan penjajakan, komunikasi dengan mereka,” katanya.(son)
