SMAN 28 Bandung Masih Berupa Lahan Kosong, Proses Belajar Numpang Sementara!

Ketika sekolah lain sibuk membenahi fasilitas belajar demi menyambut siswa baru, SMA Negeri 28 Bandung justru
Ketika sekolah lain sibuk membenahi fasilitas belajar demi menyambut siswa baru, SMA Negeri 28 Bandung justru mengambil langkah super nekat
0 Komentar

Berdasarkan informasi data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), pembangunan SMAN 28 Bandung mendapat kucuran anggaran untuk pembangunan fisik sebesar Rp7,05 miliar.

Anggaran tersebut dialokasikan pada satuan kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Barat.

Belum Ada Aktivitas Pembangunan Fisik

Akan tetapi, memasuki pertengahan tahun 2026, belum ada aktivitas pembangunan. Lambatnya eksekusi pembangunan fisik di atas lahan kosong Jalan Pacuan Kuda ini mengundang perhatian dari jajaran legislatif yang membidangi sektor pendidikan.

Baca Juga:Incar HP Baterai Monster? Manfaatkan Promo HP iQOO Z11 untuk Harga TermurahKKJB Gelar Sarasehan Kedaulatan Pangan dan Pertanyakan Keabsahan Rencana Musda HKTI Jawa Barat

Anggota DPRD Jabar Komisi V Siti Muntamah mendesak pengerjaan proyek strategis ini diselesaikan tepat waktu. Sebab tingkat kebutuhan masyarakat terhadap sekolah sangat tinggi.

‘’Utamanya yang berada di wilayah tanpa sekolah negeri alias kawasan blank spot,’’ kata perempuan yang disapa Umi Oded itu.

SMAN 28 Bandung Membuka Pendaftaran Siswa Baru

Meski belum memiliki bangunan fisik, SMAN 28 saat ini membuka pendaftaran siswa baru dengan menjaring angkatan pertama tahun ajaran 2026/2027.

Tingginya minat masyarakat dipicu oleh kebutuhan mendesak akan keberadaan SMA negeri di wilayah Kecamatan Arcamanik yang selama ini memang belum memiliki sekolah negeri tingkat atas.

“SPMB sudah dimulai dan alhamdulillah animo masyarakat sangat tinggi. Khususnya di Kecamatan Arcamanik karena selama ini belum ada SMA Negeri,” kata Ai Sumiati.

Ai menjelaskan, pada angkatan pertama ini SMAN 28 Bandung menyediakan enam rombongan belajar atau rombel. Dengan kapasitas maksimal sebanyak 36 siswa di setiap kelas.

Sekolah baru ini hanya mampu menampung total 216 siswa. Namun, jumlah calon murid yang berminat mendaftar justru meledak drastis melampaui batas kuota yang tersedia.

Baca Juga:inDrive Berikan Solusi Jitu kepada Pelaku UMKM untuk Urusan LogistikBidik Wisatawan Jawa Barat, Malaysia Gencar Promosikan Detinasi Wisata Favorit

“Tapi yang daftar atau berminat ke SMAN 28 ini sudah mencapai 600 orang,” kata Ai Sumiati.

Nantinya untuk kegiatan belajar mengajar sementara akan dilakukan di lingkungan SMAN 23 Bandung selama satu semester.

Kendati demikian, pihak sekolah menjamin bahwa menumpang bukan berarti tidak mandiri secara hukum dan tata kelola.

“Kami hanya menggunakan tempat di SMAN 23. Secara administrasi dan pengelolaan sekolah sudah terpisah sebagai SMAN 28 Bandung,” kata Ai Sumiati.

0 Komentar