Seluruh sampah tersebut selanjutnya dikelola melalui bank sampah yang telah tersedia di masing-masing sekolah.
“DLH Kota Cimahi juga siap melakukan penjemputan hasil pengumpulan melalui bank sampah unit maupun bank sampah induk,” ucapnya.
Selain memanfaatkan bank sampah, sekolah juga diberikan keleluasaan untuk menjalin kerja sama dengan pengepul maupun pelaku usaha daur ulang lainnya. Menurut Chanifah, yang paling penting adalah memastikan sampah bernilai ekonomi tidak lagi berakhir di TPA.
Baca Juga:Produksi Sampah Capai 250 Ton per Hari, Cimahi Siapkan Strategi Baru Pengolahan SampahNgatiyana Akui Pengolahan Sampah Cimahi Belum Maksimal, TPST Santiong Segera Ganti Mesin
“Yang paling penting adalah sampah-sampah ini tidak lari ke TPA. Melalui bank sampah atau kerja sama dengan pengepul, sampah tersebut bisa dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.
Untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan, DLH Kota Cimahi bersama Dinas Pendidikan (Disdik) akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Melalui gerakan ini, lanjut Chanifah, Pemkot Cimahi berharap budaya pengelolaan sampah tidak hanya tumbuh di lingkungan sekolah, tetapi juga terbawa ke rumah dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat peran sekolah sebagai pusat edukasi lingkungan, sekaligus mendukung pengurangan beban sampah yang masuk ke TPA melalui pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. (Mong)
