Deskripsi Produk dan Sabar Hadapi Spam Komentar
Sintya bukanlah pakar atau masyarakat yang sempat mengenyam pendidikan khusus digital marketing. Ia banyak otodidak saat menjalani live streaming itu.
Dari rutinitas tersebut pengalamannya bertambah. Baginya yang cukup menantang saat jualan secara live adalah kemampuan mendiskripsikan produk. Pembeli hanya bisa melihat kain yang dijual tanpa bisa menyentuh. Padahal dalam memilih kain biasanya butuh merasakan tekstur kain untuk mengetahui kelembutannya.
Karena itulah, Sintya berusaha mendeskripsikan secara jelas kain yang dijualnya. Mulai dari tekstur, bahan, warna dan motifnya.
Baca Juga:Rumah Dadan Hindayana di Sentul Ternyata Sudah Disewa Tiga Bulan, Security Sebut Kerap Digunakan untuk RapatRumah Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Digeledah Kejagung, Petugas Bersenjata Laras Panjang Turun ke Sentul
Namun ia juga tak jarang dibikin kesal pembeli. “Paling yang bikin jengkel itu kalau spam komentar. Kitanya harus sabar menghadapi itu,” katanya.
Penjualan Mayoritas, 70 Persen Pedagang Live Streaming
Berlahan tapi pasti, Sintya mulai memanen usahanya. Dari live streaming penjualan kain yang sempat meredup kini mulai merangkak bergairah. Bahkan penjualan secara online jadi mayoritas atau lebih banyak dibanding penjualan secara offline.
Cara jualan live streaming itu ternyata tak dilakukan Sintya saja. Tapi hampir mayoritas pedagang di Pasar Kain Cigondewah telah memanfaatkan jualan dengan live streaming. Bahkan tak jarang pemilik usaha memang sengaja merekrut karyawan toko untuk menjadi host live streaming. “Bisa dibilang hampir semua jualan live, ada 70 persen,” katanya.
Sehingga aktivitas live streaming itu justru terlihat lebih dominan di Pasar Kain Cigondewah dibandingkan jual beli secara langsung. Rangkaian smartphone yang terpasang di tripod sudah jadi pemandangan biasa di area toko-toko pasar tersebut. Bahkan ada yang sampai memanfaatkan lebih dari satu smartphone untuk sekali live streaming.
Produktivitas jualan secara live streaming itu juga diakui Wahud, pedagang lain di pasar itu. Ia sudah setahun lebih menjalani live streaming tersebut. “Ya mengikuti perkembangan. Kalau tidak gini (live streaming.red) tidak laku,” katanya.
Dengan live, kain-kain di tokonya bisa dijual tidak hanya untuk warga Bandung tapi bisa lintas daerah bahkan luar pulau. “Pembeli pesan saat live, mereka pilih lalu kainnya kami kirimkan,” cetusnya.(son)
