Mereka adalah para pemilik usaha dan karyawan yang mengadu nasib di tempat itu. Di tambah pedagang Rujak Bebek yang juga sudah langganan mangkal di tempat tersebut.
Sekalinya ada wajah asing yang masuk ke kawasan itu pasti langsung mendapat sambutan hangat. Para pedagang saling merayu agar mampir ke lapaknya.
Termasuk pengalaman penulis. Tapi ekspresi pedagang langsung berubah ketika yang datang adalah reporter. Padahal dikiranya adalah pembeli yang akan memborong kainnya.
Menyambung Hidup Lewat Live Streaming
Baca Juga:Rumah Dadan Hindayana di Sentul Ternyata Sudah Disewa Tiga Bulan, Security Sebut Kerap Digunakan untuk RapatRumah Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Digeledah Kejagung, Petugas Bersenjata Laras Panjang Turun ke Sentul
Namun di balik kesunyian itu ada nyala semangat perjuangan untuk bertahan hidup. Para pedagang justru mulai beradaptasi dengan zaman yang sempat meredupkan Pasar Kain Cigondewah. Yaitu dengan berjualan secara Live Streaming.
Suara khas jualan secara online itu sering memecah kesunyian di balik tumpukan kain. “Barang kali kakaknya mau, boleh dikomen-komen kak”, “Bisa langsung cek out kak”, “ready stock kak”. Begitu beberapa suara yang sering terdengar.
Salah satu pedagang itu adalah Sintya. Rutinitasnya juga sudah beda dengan pedagang kain biasanya. Ia malah banyak “ngoceh” di layar smartphone. “Mulai live itu pukul 10.00, nanti pukul 12.00 istirahat, terus lanjut lagi sampai tutup sekitar pukul 17.00,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (22/5).
Perempuan berkerudung itu melanjutkan, ia bukanlah pemilik toko tapi seorang karyawan. Dan memang tugasnya adalah jualan secara live streaming memanfaatkan aplikasi Shopee maupun TikTok . Ia telah menjalani rutinitas itu sejak 2023 lalu.
“Ya mau gak mau harus ikutin zaman. Sekarang pembeli yang datang langsung sudah sepi. Bisa lihat sendiri,” katanya saat ditanya alasan menjalani jualan secara live streaming.
Sintya menceritakan, metode jualan secara live cukup membantu. Salah satunya adalah memperluas segmen pasar pembeli. “Orang luar daerah bisa beli tanpa harus datang ke sini (Pasar Kain Cigondewah.red). Kami pernah kirim ke Papua atau Sumatera. Karena live,” cetusnya.
Bahkan menurut Sintya, ia juga sering mendapat order dari warga Bandung saat jualan secara live. “Ya bisa jadi orang sekarang malas untuk ke pasar, jadi belinya live aja,” katanya.
