Dari Sampah hingga Peluang Kerja ke Jepang, KDS Beberkan Masa Depan Pemuda Kabupaten Bandung

KDS Beberkan Masa Depan Pemuda Kabupaten Bandung
Dari Sampah hingga Peluang Kerja ke Jepang, KDS Beberkan Masa Depan Pemuda Kabupaten Bandung
0 Komentar

JABAR EKSPRES, KABUPATEN BANDUNG — Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengajak generasi muda Kabupaten Bandung untuk mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah, khususnya persoalan lingkungan dan pengembangan ekonomi kreatif.

Hal itu ia sampaikan secara daring melalui Zoom Meeting saat membuka kegiatan “Bupati Sapa Pemuda” yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung, Kamis (4/6/2026).

Menurut bupati yang akrab disapa KDS tersebut, Kabupaten Bandung saat ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,9 juta jiwa, produksi sampah di Kabupaten Bandung mencapai sekitar 1.820 ton per hari.

Baca Juga:Dorong Pencegahan Stunting, Alfamidi Edukasi Orang Tua Balita di CirebonKPK Diminta Tindak Lanjuti Laporan Isu Jual-Beli Jabatan di Cianjur

“Kalau produksi sampah mencapai 1.820 ton per hari dan dibiarkan begitu saja, maka suatu saat bisa terjadi gunung sampah di Kabupaten Bandung. Saat ini yang sudah bisa dikelola oleh masyarakat dan pelaku usaha baru sekitar 600 ton per hari, sehingga masih ada sisa sekitar 1.200 ton sampah per hari yang harus kita selesaikan bersama,” ujar KDS.

Karena itu, ia menilai generasi muda tidak hanya dituntut menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga harus menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan.

“Kata siapa tidak ada uang dari sampah? Ada uang dari sampah. Bisa beli motor dari sampah, bisa beli mobil dari sampah, bahkan bisa berangkat haji dari sampah. Yang penting ada kemauan untuk mengelolanya,” katanya.

KDS mencontohkan limbah plastik, termasuk kantong kresek bekas, yang masih memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dipilah dan didaur ulang menjadi bahan baku industri.

Ia pun mengajak para pemuda untuk mulai membiasakan pola hidup bersih dan memilah sampah sejak dari rumah maupun lingkungan sekitar.

“Mari mulai berpikir mana sampah organik dan mana sampah anorganik. Jangan menunda pengelolaannya karena akan menimbulkan bau dan polusi. Ini bagian dari budaya hidup sehat yang harus kita bangun bersama,” ujarnya.

Selain persoalan lingkungan, KDS juga mendorong generasi muda untuk berani memasuki dunia usaha dan memanfaatkan peluang yang semakin terbuka di berbagai sektor, mulai dari ekonomi kreatif, digital, pertanian hingga industri manufaktur.

0 Komentar