Keluhan serupa disampaikan Rahmat (35), pedagang di Pasar Baleendah. Ia mengatakan tumpukan sampah mulai kembali penuh sekitar satu bulan setelah pengangkutan dilakukan.
“Sebulan sudah mulai penuh lagi sampah. Sampah pasar, setiap hari. Sebulan lebih belum ada yang ngakut,” kata Rahmat.
Menurutnya, pasca pengangkutan besar-besaran memang sempat ada pengangkutan menggunakan gerobak kecil. Namun jumlahnya dinilai tidak cukup untuk mengimbangi volume sampah yang terus bertambah setiap hari.
Baca Juga:ART di Cileungsi Tewas Diduga Disiksa Rekan Kerja, Tubuh Korban Disiram Air Panas BergantianJalan Kasep Digeber, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Dua Tahun Lagi Seluruh Jalan Mulus
“Pasca itu emang ada yang ngangkut, cuma kecil. Dua kali kalau gak salah pakai gerobak kecil itu juga,” ujarnya.
Rahmat berharap pemerintah dan pengelola pasar dapat menghadirkan solusi jangka panjang, bukan sekadar pengangkutan ketika sampah sudah menumpuk. Ia juga menyoroti masih adanya warga yang membuang sampah pada malam hari.
“Pedagang mah terganggu. Pengen ada solusi kongkrit. Malem suka banyak yang buang. Kadang suka ada yang jaga, tapi gak 24 jam,” pungkasnya.
Para pedagang berharap adanya perbaikan sistem pengelolaan sampah di Pasar Baleendah agar tumpukan sampah tidak kembali muncul dalam waktu singkat setelah dilakukan pembersihan.
